Assalamualaikum teman-teman ! Ketemu lagi di hari Sabtu !
Harinya upload kisah Kutu Buku.
Siapa yang sudah rindu dengan kisah Daud dan Arini ?
Seperti apa kelanjutan kisahnya ?
Yuk mari sama-sama kita menyelam ke dalam ceritanya 😁✌️
*******
Bel istirahat berdering nyaring. Daud keluar kelas dan pergi ke kantin untuk makan. Ia belum sarapan sejak tadi dan ia sangat lapar. Daud mengunjungi kantin yang ramai dari biasanya. Rupanya pak Qomar sedang menjual dengan harga murah atau obral. Sehingga para murid memberondong jualannya.
"Yo Daud !" Seru seseorang diantara kerumunan murid.
Daud mencari-cari lalu menemukan tiga orang siswa sedang duduk makan bakso bersama. Mereka adalah teman Daud dari kelas lain. Namanya Fahri, Rami, dan Vano. Daud menghampiri mereka dan bergabung bersama mereka.
"Darimana aja lo kutu buku ? Baru gabung dengan kita lagi." Tegur Vano.
"Melalang buana." Jawab Daud singkat.
"Makan bro." Tawar Rami.
Daud mengangguk. "Gue lagi nggak lapar. Silahkan. Kalian saja."
"Dengar-dengar lo lagi PDKT dengan si anak sultan ya ?" Tanya Fahri dengan menyelidik.
Daud memaksakan senyum. "Benar."
"Buset deh. Lo pakai rumus apa sih dapatin si anak sultan ? Ajarin gue dong." Kata Vano sembari tersenyum jahil.
Fahri mengacungkan dua jempol sepakat.
"Gue nggak pakai apapun. Dia aja yang mau dekat dengan gue." Jawab Daud apa adanya.
"Tapi lo seneng kan dekat dengan Arini ?" Tanya Rami.
Daud diam sejenak merenung. "Iya."
"Wah lo harus ajarin kami Daud !" Seru mereka bertiga kompak.
Daud menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Gue bukan guru. Lagian, yang namanya PDKT itu bukan diajarin tapi diusahain. Pantas aja kalian jomblo terus. Mana ada sih yang mau PDKT duluan ke kalian kalau bukan kalian yang memulainya dulu."
Mereka bertiga nyengir.
"Ceritain dong tentang Arini. Gue kan juga pengen tahu banyak tentang calon istri gue." Kata Rami.
Fahri dan Vano menoyor kepala Rami dengan kesal.
"Arini itu calon ibu dari anak-anak gue." Kata Vano mendeklarasikan.
"Enak aja. Arini itu adalah calon pasangan sehidup semati gue !" Balas Fahri tidak mau kalah.
Daud hanya bisa menghela napas melihat tingkah ketiga temannya. "Kalian ini seperti anak kecil."
"Eh by the way, sekolah akan adakan pentas drama. Dengar-dengar Arini ikut juga. Bu Yuna lagi mencari murid di kelas lain juga untuk berperan dalam pentas drama yang akan dilaksanakan beberapa minggu kedepan."
Daud tertarik untuk tahu dan ia bertanya dengan penuh minat. "Arini ikut ? Kalian serius ?"
Mereka bertiga mengangguk dengan kompak.
"Arini berperan jadi apa ?" Daud penasaran.
"Kata Rena, Arini mau jadi Tuan Putri." Jawab Fahri.
"Lalu ?"
"Yah gue nggak tahu selanjutnya. Soalnya Rena hanya bilang begitu waktu gue tanya."
Daud berhenti melanjutkan bertanya. Percuma saja, ia tidak akan mendapatkan jawaban yang diinginkannya dari ketiga temannya karena mereka tidak tahu.
KAMU SEDANG MEMBACA
KUTU BUKU (TELAH TERBIT)
Fiksi RemajaDaud Putra Fajar adalah siswa kelas 12 IPA 4 yang terkenal kaku, dingin, serius, dan sangat membosankan. Akan tetapi satu hal yang sangat menonjol selain sifat menyebalkannya yang terkesan anti sosial. Ia memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Para s...
