20 - Hukum Newton Ketiga

100 15 2
                                        

Assalamualaikum teman-teman!
Seperti biasa di hari Sabtu kita bertemu dengan kisah dari Arini dan Daud dalam kisah Kutu Buku 🤗 kesayangan kita semua 😁

Siapa yang sudah rindu dengan kisah dari Arini dan Daud?

Yuk mari kita sama-sama menyelam ke dalam ceritanya 😁✌️

******

Selepas dari Mika dan Diandra, Arini mengunjungi kembali kelas Daud. Ia menunggu di tempat duduk batu yang terdapat di samping kelas Daud dengan tenang sambil bermain dengan gadget-nya sedang asyik chat dengan Rena.

Arini : “Bawain tas gue dong !

Rena : “Kenapa nggak lo ambil sendiri sih Kanjeng Ratu?

Arini : “Gue males. Udah ah bawain ya.”

Rena : “Beliin gue minuman ya gue haus nih :D

Arini : “Lo emang teman yang nyusahin.”

Rena : “Nggak apa-apa kan lo anak sultan .”

Arini mendengus geli. Tak lama kemudian bel sekolah berbunyi dengan nyaring. Teman-teman kelas Daud keluar kelas. Beberapa teman kelas cewek Daud melirik sejenak mendapati Arini duduk di dekat kelas mereka dengan sinis.

“Eh ada ratu gila disini.” Ledek Isabel salah satu dari tiga cewek yang berjalan bersamaan sambil tertawa-tawa geli.

Mereka adalah Marina, Isabel, dan Lilya. Tiga geng cewek hedon yang terkenal sangat keras memusuhi Arini karena kasta kelas Arini yang sedikit lebih tinggi dari mereka. Arini yang sangat kaya dan cukup hedon membuat mereka cemburu dan dengki. Berbeda dengan orangtua Arini yang asli keturunan bangsawan, ketiga cewek itu adalah anak dari pengusaha terkenal dan kaya.

“Iya, lagi ngapain ya dia disini?” Cemooh Lilya.

“Lagi nungguin pacar yang nggak nganggep dia.” Cekikik Marina.

Arini merasakan amarah memuncak ke ubun-ubunnya dan dia berdiri menatap mereka bertiga dengan menantang.

“Apa lo?!” Seru Arini dengan menantang sambil menatap langsung ke dalam mata Marina.

Marina memandangi Arini dengan meremehkan. “Menjauh lo dari gue dasar cewek gila!”

Isabel mengisyaratkan dengan mengusir Arini. “Huss sana lo! Nanti gue jadi gila kayak lo!”

“Lo benar-benar merusak pemandangan gue!” Seru Lilya.

Bukan Arini jika mengabaikan cemoohan. Baginya itu tantangan dan harus diselesaikan dengan cara yang dia sukai. Arini menjambak rambut Marina. Lilya dan Isabel menganga terkejut menyaksikan adegan di depan mereka berdua. Marina berteriak histeris mendapatkan perlakuan kasar Arini padanya.

“Lo pikir lo bisa menindas gue? Lo pikir bisa bully gue? Ratu gila sekolah ini? Lo pikir lo bisa menjahili cewek paling cantik di sekolah ini? Ngaca lo!” Arini semakin mengencangkan jambakannya sampai-sampai beberapa rambut Marina rontok.

Lilya dan Isabel tidak mampu berbuat apa-apa selain berseru meminta Arini untuk berhenti. Arini tidak peduli. Malahan dia semakin gencar menyakiti Marina.

“Dari dulu lo selalu berusaha untuk menindas gue. Tapi lo nggak pernah berhasil kan? Ya iyalah lo kan cuman siswi biasa yang nggak punya pengaruh banyak kayak gue.” Cibir Arini.

“Ampun Rin gue minta maaf. Lepasin dong.” Kata Marina meringis kesakitan.

Arini tersenyum bak setan senang menjahili ketua gang Kupu-kupu Malam yang merupakan sebutan oleh Arini untuk mereka. Karena kebiasaan mereka bertiga yang suka hangout malam hari. Arini terkadang menertawai dan meledek mereka.
Arini semakin menjahili dengan merogoh tas Marina. Ia menemukan gunting dan tersenyum penuh kemenangan.

KUTU BUKU (TELAH TERBIT)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang