Assalamualaikum teman-teman ! Saya baru saja memposting di wattpad saya cerita lanjutan dari Kutu Buku 😁
Kisah Daud dan Arini merupakan kisah remaja yang terjebak dalam hubungan asmara cinta anak SMA. Akan tetapi latarbelakang keduanya berbeda. Arini merupakan anak seorang gubernur atau sultan di suatu daerah di Indonesia sedangkan Daud merupakan siswa tercerdas dan terkenal dingin. Mereka tidak pernah bisa cocok jika dilihat dari latarbelakang mereka. Hingga kemudian, sesuatu mengikat mereka berdua dan lambat laun asmara bersemi diantara mereka berdua.
Seperti apakah kisah mereka berdua? Seseru apa? Sebagaimana janji saya, kita bertemu selalu dengan mereka di hari Sabtu 😁
So tanpa perlu membuang waktu berlama-lama mari kita sama-sama menyelam ke dalam ceritanya 😁
******
Keesokan harinya, Arini ditemani Rena datang terlambat ke olimpiade sains karena ketiduran. Pertandingan Daud bersama tim-nya sudah memasuki menit-menit terakhir. Arini berdecak kesal pada Rena yang tidak membangunkannya. Rena sendiri juga ketiduran akibat menonton drama Korea sampai larut malam. Ditambah Arini yang baru saja balik tadi malam setelah makan ayam goreng dengan ditemani Daud. Ketika sampai di hotel, ia malah bergabung dengan Rena menonton dan lupa untuk tidur cepat agar bisa menyaksikan perlombaan Daud esok harinya.
Alhasil mereka bangun kesiangan dan Arini menggerutu kesal karena melewatkan banyak waktu. Arini menyaksikan pertandingan dengan malas. Ia memaku perhatian hanya pada Daud seorang agar ia tidak mengantuk menyaksikan yang lain. Daud selalu menjadi penyemangatnya dan Arini tidak pernah ingin melewatkan sedikitpun waktu tanpa melihatnya.
“AYO DAUD LO PASTI BISAAAA!!!” Seru Arini yang mengejutkan seisi ruangan dengan gema suaranya yang menggelegar bagai Guntur.
Semua mata menoleh padanya bahkan Daud sendiri yang melihatnya dari bawah dengan tatapan ngeri. Arini mendadak merasa seperti seseorang yang didapati mencuri dan ketangkap basah. Ia menciut dan menyembunyikan diri di balik punggung Rena.
“Lindungin gue dari mata-mata jahat orang-orang Rena.”
Rena beringsut menjauh dengan kesal dan mendorong Arini kembali ke tempatnya duduk. Arini cemberut dan menggerutu kesal pada Rena.
“Lo nyebelin banget. Bantuin gue kali napa!”
Rena mencibir. “Lo juga sih yang nggak lihat tempat. Teriak asal-asalan gitu siapa juga yang nggak kaget dan malu di dekat lo jadi pusat perhatian?”
Arini mendesis. “Cih, gue berhenti traktir lo deh.”
Rena seketika terkejut dan meminta maaf dengan lagak bersalah. “Maafin gue kanjeng ratu! Gue janji bakalan nggak begitu lagi. Gue janji!”
Arini tersenyum penuh kemenangan. “Lo gampang banget disogok ya? Wah, tanda-tanda lo punya bibit korupsi nih.”
“Lo koruptornya. Menyuap gue dengan traktiran.”
Arini mendesis kesal. “Sialan.”
Rena tertawa senang melihat Arini kalah berargumen dengannya. Mereka kembali memusatkan perhatian pada Daud dan tim-nya.
“Daud cerdas banget ya. Dia menjawab hampir semua pertanyaan di setiap mata pelajaran.”
Arini mengerling dengan jahil. “Ya iyalah pacar gue.”
“Songong amat lo.”
“Halo Arini sayang.”
Arini dan Rena membelalakkan mata terkejut mendapati seorang cowok bertubuh tambun dengan rambut keriting sedang tersenyum genit pada Arini dan mengambil tempat di sampingnya tanpa perasaan bersalah sedikitpun.
KAMU SEDANG MEMBACA
KUTU BUKU (TELAH TERBIT)
Fiksi RemajaDaud Putra Fajar adalah siswa kelas 12 IPA 4 yang terkenal kaku, dingin, serius, dan sangat membosankan. Akan tetapi satu hal yang sangat menonjol selain sifat menyebalkannya yang terkesan anti sosial. Ia memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Para s...
