Assalamualaikum teman-teman !
Hari Sabtu adalah hari kita bertemu dengan kisah Arini dan Daud dalam Kutu Buku 🤗
Siapa yang sudah rindu dengan kisah Arini dan Daud ?
So tanpa perlu membuang waktu berlama-lama mari kita sama-sama menyelam ke dalam ceritanya 😁✌️
******
Bel pulang berbunyi. Daud baru saja keluar kelas ketika Rena dan Mira datang mencegatnya dengan napas ngos-ngosan. Daud menatap mereka dengan bingung dan heran.
“Kalian berdua kenapa ?” Tegur Daud yang heran melihat mereka berdua ngos-ngosan.
“Arini,” Kata Rena berusaha mengatur napas dengan baik.
“Arini kenapa ?”
“Dia…..dia nangis dan mengamuk di ruang seni.” Kata Mira menyambung perkataan Rena.
Daud mengerutkan kening. “Menangis dan mengamuk ? Kenapa ?”
“Kanjeng Ratu marah karena tidak dapat peran sebagai tuan putri.” Jawab Rena.
Mengetahui alasan mengapa Arini mengamuk dan menangis membuat Daud mendesah.
“Ya sudah. Terima kasih kalian sudah beritahu gue. Gue akan segera mengunjungi Arini. Apa dia masih ada disana ?”
Mira mengangguk mengiyakan. “Para murid berusaha menenangkan dia tapi tidak ada yang berhasil. Arini menangis kencang.”
Daud mengangguk tanpa berkata apapun lagi dan langsung bergegas ke ruang seni untuk menghampiri Arini disana. Ruang seni terletak di lantai dua sekolah dan jaraknya sedikit lebih jauh dari kelas Daud sehingga
Daud harus berlari untuk mencapainya.
Daud sampai di depan pintu ruang seni dan mendapati ruangan dipenuhi para murid yang berpakaian dengan busana aneh dan menggelikan. Mereka bergerombol mengerumuni seseorang yang sudah pasti dan tak lain tebak Daud adalah Arini.
“GUE MAU JADI TUAN PUTRI !!!!! HUAAAA !!!!” Tangisan Arini semakin kencang.
Bu Yuna yang berada di dalam kewalahan berusaha untuk membujuk Arini agar menerima perannya sebagai nenek sihir.
“Arini,” Kata Bu Yuna dengan nada lembut berusaha membujuk Arini.
Arini menutup kedua telinganya. “Bu Yuna kejam ! Arini nggak mau dengerin bu Yuna !”
Bu Yuna menggigit bibir kebingungan sudah kehilangan akal untuk dapat membujuk Arini.
Daud yang sedaritadi mendengar dari luar untuk memastikan, memutuskan untuk melangkah masuk dan menemui Arini.
Ketika ia membuka pintu dan melangkah masuk, seisi ruangan menoleh dan memusatkan perhatian padanya. Bu Yuna yang melihat kedatangan Daud tersenyum lega.
Seisi sekolah sudah tahu hubungan mereka karena Arini yang menyebarkannya dulu di kantin hingga mencapai telinga para guru.
Arini masih menangis tanpa menyadari perubahan suasana. Daud melangkah dengan pelan menghampiri Arini. Ia duduk di depan Arini yang sedang bersandar di dinding sambil menekuk lutut dan menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangannya.
“Arini,” Kata Daud dengan lembut.
“Bu Yuna jangan membujuk Arini lagi untuk jadi nenek sihir. Arini nggak mau !” Gemas Arini.
“Arini,”
“Nggak mau !”
Daud mengambil kedua tangan Arini dengan lembut dan menjauhkannya dari wajahnya yang ditutupi. Arini menatap Daud dengan terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
KUTU BUKU (TELAH TERBIT)
Novela JuvenilDaud Putra Fajar adalah siswa kelas 12 IPA 4 yang terkenal kaku, dingin, serius, dan sangat membosankan. Akan tetapi satu hal yang sangat menonjol selain sifat menyebalkannya yang terkesan anti sosial. Ia memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Para s...
