Setelah melakukan voting di instagram, pemenangnya adalah MANGATA. Maka dari itu, kali ini aku up story yang satu ini dulu. Aku rasa Youniverse sudah kangen, benar apa benar? Hahaha! Kalau senyum, artinya iya.
Jangan lupa ditekan ya vote-nya lalu tinggalkan komentar seramai mungkin. Nanti kalau cerita sebelah, yang vampir itu ending, otomatis Mangata dll yang gantiin. Jadi, kalau mau terus dilanjut. Tunjukin apresiasinya yaa.
So, enjoy it. Vote ke berapa nih?
*
Bukan sekadar mengejar kenikmatan pribadi atau diri sendiri, tapi si pemuda Jeon itu juga memerhatikan kenyamanan seseorang yang kini terkulai lemas di bawah tubuhnya. Telanjang, habis menangis. Namun kedua tangan kurus itu masih memeluk lehernya dengan erat.
"Kakiku pegal. Kakiku pegal sekali," racau Hasa lalu dia kembali menangis.
Jungkook mencoba menenangkan, pria itu menciumi kedua kelopak mata Hasa, sebab gadis itu memejamkan mata.
"Sebentar lagi, hei, Kid kau tertidur?"
Hasa membuka matanya, walau hanya memicing, itu sudah cukup, setidaknya Jungkook tau bahwa permainan ranjang mereka bisa diteruskan.
"Pelan," gumamnya sambil memegang pinggul Jungkook yang masih bergerak konstan. Pria itu mencium kening Hasa, dan kembali mengajak gadis itu berciuman bibir.
Sebagai pengalihan, karena detik selanjutnya saat bibir mereka saling mencumbu, pinggul Jungkook menekan semakin dalam, semakin kuat, semakin ganas.
Tubuh Hasa yang cenderung lebih kecil itu terdorong, kakinya memeluk pinggang si pemuda Jeon dengan kuat.
Ciuman mereka terlepas, Hasa mendongak saat Jungkook memanggilnya. Lalu pria itu menciumi leher si gadis Han, meninggalkan beberapa hickey lagi. Dan gerakan pinggul pria itu berhenti setelah menggeram seperti singa menemukan seonggok daging rusa.
"Tidurlah," bisik Jungkook tepat si telinga Hasa yang sedari tadi memerah.
Gadis itu memiringkan tubuhnya dan mulai meringkuk, si pemuda Jeon mengambil celana pendek untuk dipakai.
Ia masuk ke dalam kamar mandi dan keluar dengan handuk kecil yang basah. Dia akan membersihkan tubuh Hasa sebelum gadis itu benar-benar jatuh tertidur.
"Besok aku akan pergi pagi-pagi sekali," ujar Jungkook, membakar keheningan yang terjadi setelah pergumulan mereka selama satu jam.
Si gadis Han meliriknya, tubuh Hasa terasa berat, sakit, jadi dia tidak bisa banyak bergerak dan pasrah saja membiarkan pria yang notabennya suami itu mengusap seluruh tubuh telanjangnya tanpa cela.
Sesekali, jemari hangat Jungkook akan mengusap jejak kemerahan di seluruh tubuh Hasa yang bisa dia jangkau.
"Apa menjadi mafia, membuatmu merasa hebat?" tanya Hasa pelan.
Jungkook masih di posisi yang sama, yaitu duduk di samping tubuh gadis itu yang kini sudah ditutupi selimut tebal.
"Tidurlah," ujar Jungkook.
"Kau akan tidur di mana?" tanya Hasa lagi, tangannya menarik selimut lebih banyak.
"Aku bisa tidur di mana pun," jawab Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
MANGATA ✓
Fanfiction[Be wise: Mature + Erotic] Sulit, Hasa diminta menikah dengan sosok hitler dan dominan abadi seperti Jeon Jungkook. Sial atau menantang? ❝Jungkook, kalau aku tercebur ke sungai. Kau akan menolongku atau melihati saja?❞ ❝Aku akan menyuruhmu berenang...
