PART 28 | Are You Lost Daddy

11.5K 1.7K 1.3K
                                        

Haii, Youniverse. Aku mau mengingatkan, jangan mudah percaya siapapun di Mangata. Karena Mangata ini slow burn dan storynya bakalan panjang, berarti kalian dibawa mutar-mutar. Hati-hati, nanti termanipulasi.

Jangan lupa tekan vote dan beri komentar yang ramai yaa. Senang sekali, kemarin sudah 1K+, Youniverse benar-benar hebat. Mohon selalu beri dukungan seperti ini yaa.

So, enjoy it! Hasa vs Jungkook, siapa yang menang?

*






Rintik hujan masih saja bersikeras membasahi kota Seattle. Hasa sedikit kesulitan, bukan karena harus menggendong Hanbyul, membawa banyak barang bawaan dan memegang payung, tapi karena di hadapannya, lampu merah menyala untuk pejalan kaki.

Ditambah lagi, jaraknya dari Jungkook tadi belum terlalu jauh. Dan Hasa sangat mengenal sosok seperti apa Jeon Jungkook. Tidak mungkin dia lolos jika masih berada di jarak kurang dari satu kilometer darinya.

Mafia memang menyusahkan.

"Mama, kenapa langit menangis? Byul saja tidak."

Atensi Hasa teralihkan. Dia menatap lamat-lamat wajah Hanbyul yang tengah bingung memandang air hujan yang turun.

Anak perempuan digendongannya ini, memiliki mata hitam bulat sempurna. Bibirnya mungil dan tidak terlalu tipis. Rambutnya kecoklatan. Lucu.

"Byul, kalau nanti bertemu dengan tuan yang tadi. Byul lari saja ya ke dalam gedung, minta tolong dengan siapapun untuk mengusir tuan tadi."

Hanbyul menoleh dan memiringkan wajahnya, bibir anak itu terbuka lucu, membulat gemas bersama pipi gambilnya.

"Kenapa Mama?"

"Tuan itu mafia."

"Apa mafia? Mafia itu apa? Punya apa? Apa mafia itu suka es krim juga, bisa jadi teman Byul kah? Byul bisa berteman tidak dengan mafia?" cerca Hanbyul. Dia suka mengenal kata baru dan arti baru.

Hasa tertawa kecil karena respon anak itu yang bersemangat.

"Mafia itu berbahaya. Byul tidak bisa berteman dengan mafia. Nanti pipi Byul digigiti setiap hari sampai memerah. Mau?" tanya Hasa.

Hanbyul berteriak kecil.

"Mafia jahat sekali mau menggigit pipi Byul?! Itu sakit. Tidak suka. Byul tidak suka! Byul bisa membalas. Byul injak kakinya saja ya, Mama? Nanti kakinya besar seperti Hulk."

Si gadis Han mengulum senyum.

"Tidak boleh menyakiti orang lain. Tapi kalau Byul merasa terdesak, boleh saja, itu namanya Byul melindungi diri sendiri."

"Apa itu terdesak?" tanya Hanbyul.

"Ah..."

Hasa menerawang. Bagaimana ya menjelaskannya? Pikir si gadis Han.

"Terdesak itu, seperti Byul tidak punya kekuatan lagi untuk melakukan sesuatu, Byul merasa tidak sanggup, tidak bisa."

"Seperti Iron Man kesusahan melawan penjahat, Mama?"

"Ah, iya, iya. Seperti itu, nah, situasi yang dialami Iron Man, namanya terdesak, dia harus melindungi dunia, harus melawan penjahat walaupun dia tidak tau akan menang atau kalah. Dia juga mau melindungi semua orang, teman-teman dan keluarganya."

Kepala Hanbyul mengangguk berulang kali.

"Byul selalu terdesak kalau Mama bilang tidak ada es krim di kulkas," katanya.

MANGATA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang