Haloo, Youniverse. Nah, kita bertemu juga ya di Extra Part. Kita akan menyelam ke masa lalu sedikit demi sedikit. Aku sejujurnya akan bawa santai saja, tapi kayaknya seru kalau kalian dibuat nangis atau kesal hahaha.
Jangan lupa tekan vote dan beri komentar yang ramai yaa. Aku berharap bisa ada 1K komentar di part ini. Kira-kira sanggup kah kalian?
So, enjoy it!
*
Dari berbagai macam kisah yang pernah Jungkook baca selama mengisi rasa kesepiannya. Dia menemukan banyak. Di mana, sebuah kisah yang diawali kebahagiaan, tidak jarang akan berakhir sangat mengenaskan. Sebaliknya pun ada. Tapi ada sebuah cerita, di mana isinya sama sekali tak bisa ditebak oleh pria itu. Tapi dia merasa sangat puas, sekalipun hatinya semakin teremas karena menyelesaikannya.
Kedua pasangan itu bahagia pada akhir cerita. Jungkool sendiri tidak tau kenapa mereka bisa bahagia. Tapi setelah dipikir lebih lanjut. Mungkin karena mereka memutuskan saling melengkapi.
"Tuan Jeon Jungkook," panggil seseorang.
Lamunan pria itu terbuyarkan. Dia bangkit dari kursi tunggunya sambil dibantu oleh Soohyun.
"Mr Jeon, perlu saya temani sampai di dalam?" tanyanya.
"Tidak perlu," jawab Jungkook pelan.
Pria itu berakhir masuk sendirian. Dia duduk di hadapan seseorang yang akhir-akhir ini menjadi tempatnya berkonsultasi.
"Tuan Jeon Jungkook, selamat pagi. Sepertinya Anda kehilangan berat badan lagi."
"Dokter Cha, selamat pagi" sapa Jungkook balik.
Dokter itu tersenyum tipis lalu mengeluarkan sesuatu dari laci mejanya.
"Tuan Jeon, apa Anda makan dengan baik selama satu bulan ini?"
"Tidak."
"Bagaimana dengan tidur Anda?"
"Dua jam sehari, atau terkadang aku tidak tidur. Tiga jam paling lama, ah, aku tidak begitu ingat Dokter, aku jarang melihat waktu."
Pria paruh baya bermarga Cha itu kembali meliriknya.
"Anda meminum obat dengan tepat waktu? Vitamin juga?"
"Tidak."
"Tuan Jeon, bagaimana anak Anda, Hanbyul?"
"Oh, Byul ya. Dia baik, sekarang sudah berumur setidaknya sepuluh tahun hampir menginjak sebelas. Dia semakin dewasa. Cantik," jelasnya dengan wajah berseri walaupun pucat.
"Wah, Anda benar-benar menjadi sosok ayah yang baik ya. Apa beban pikiran Anda masih mengenai istri? Siapa namanya? Han Sarang?"
Jungkook mendongak dengan cepat.
"Hasa, Dokter. Nama panggilannya itu. Kau harus mengingatnya."
"Maafkan aku. Oke, Hasa, sudah dapat kabar darinya?"
"Belum. Dokter, aku rela mati kalau nanti bisa dipertemukan dengan dia di kehidupan yang—"
"Tuan Jeon, Anda tidak seharusnya begini. Izinkan saya berbicara sebagai orangtua, bukan sebagai dokter kali ini" potong Dokter Cha. Tubuh Jungkook menegang sempurna layaknya tersengat ribuan lebah.
"Anda, membuang sia-sia kehidupan yang sudah diberikan sampai sekarang ini. Anda seharusnya dapat melakukan banyak hal yang berguna untuk diri Anda, Byul, orang sekitar atau bahkan dunia. Tapi Anda memutuskan untuk tidak melakukannya dan malah berpikir untuk berhenti sampai di sini. —
KAMU SEDANG MEMBACA
MANGATA ✓
Fanfic[Be wise: Mature + Erotic] Sulit, Hasa diminta menikah dengan sosok hitler dan dominan abadi seperti Jeon Jungkook. Sial atau menantang? ❝Jungkook, kalau aku tercebur ke sungai. Kau akan menolongku atau melihati saja?❞ ❝Aku akan menyuruhmu berenang...
