PART 5 | You Are Mine

16.4K 2K 620
                                        

Sepertinya kalian sedang semangat sekali yaa sama MANGATA. Maaf yaa Youniverse, aku sedang sibuk sekali sampai awal bulan April. Jadi, upnya masih bolong-bolong. Semoga aku bisa cepat selesaiin semua deadline yaa, jadi bisa rajin up lagi untuk nemanin kalian.

Jangan lupa untuk tekan vote dan beri komentar yang ramai dan banyak. Tunjukkan antusiasnya, supaya aku tau kalau kalian cinta dengan Mangata! Mohon apresiasinyaa...

So, enjoy it! Nikmat dan gurih!

*





Hasa mencoba membuka membuka pintu kamar mandi. Setelah bertengkar dengan Jungkook, pria yang berstatus suaminya itu mengurungnya di kamar mandi. Dan sepertinya dia mengganjal pintu dengan sesuatu yang sangat berat hingga Hasa terjebak di dalam.

"Tidak. Tidak mungkin Jungkook menghajar Taehyung, kan?" monolog Hasa.

"Sir!" teriaknya lagi untuk kesekian kalinya.

Sudah sepuluh menit dia memukuli pintu. Tangan saja sudah luka di mana-mana. Belum genap satu minggu menjadi istri dari mafia berhati dingin itu. Hasa sudah merasa akan segera hancur. Apa lagi satu bulan? Apa dia akan kehilangan semangat hidup?

Bagaimana jika satu tahun?

Sepuluh tahun?

Hasa masih mencoba meyakinian dirinya bahwa marga Han sama sekali belum terlepas. Dia belum bisa menerima sepenuhnya sosok Jungkook, begitu pula marganya.

Jeon. Hasa tidak berniat menerima itu.

"Aku benci kau," gumamnya.

Si gadis Han memutuskan duduk di lantai kamar mandi yang dingin. Dia memeluk kedua lututnya lalu melirik ke arah shower yang tidak menyala melirik bathtub.

"Aku tidur di mana nanti," gumamnya.

Sementara di depan pintu kamar Hasa. Jungkook berhadapan dengan Taehyung yang masih tidak mengizinkannya masuk.

"Kau ingin kita membahas ini di luar?" tanya Jungkook untuk yang ketiga kalinya.

Respon Taehyung masih sama. Dia bersandar di pintu, tersenyum miring dan melipat tangan di depan dada. Tidak memberi jawaban apa pun. Membuat Jungkook emosi.

"Masuklah," ujarnya setelah terdiam lama.

Si pemuda Kim masuk ke dalam kamarnya dan Jungkook menyusul. Pintu tertutup rapat. Tepat setelah itu pula Jungkook menarik bahu Taehyung dan melayangkan pukulannya mengenai wajah yang lebih tua.

Tubuh Taehyung mulai limbung. Dia menabrak meja kamar.

"Wah, Jungkookie. Apa ini?" tanyanya saat mengusap sudut bibir yang mengeluarkan darah segar.

"Berhenti memancingku, Hyung. Bukankah aku memeringatkanmu sedari dulu. Berhentilah selalu memancing emosi orang lain. Hidup orang tidak selamanya bisa kau jadikan mainan!"

Taehyung tertawa.

"Sudah cocok. Kau cocok sekali jadi motivator," ujarnya.

Lidah Taehyung terjulur guna menjilat sisa darah di bibirnya. Dia melirik Jungkook lalu kembali tertawa.

"Gadis itu tergila-gila padaku sudah lama. Kusentuh di manapun dia suka. Kalau dirimu, bagaimana? Dia suka juga, kah?"

MANGATA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang