Haiii Youniverse. Kayaknya kalian semua lagi berapi-api ya sama story satu ini. Tapi memang aku juga benar-benar lagi on fire untuk Mangata.
Jangan lupa tekan vote dan beri komentar yang ramai yaa. Tolong didukung Mangatanya supaya bisa aku bawa sampai ending dengan baik. Mohon apresiasinya, kalau bukan kalian siapa lagi. Dan, jika aku minta komentar di atas 500 untuk next part, bisakah?
So, enjoy it. Adegan bawah shower, menanti!
*
Tidak akan kata berhenti. Jungkook masih dengan posisi awal, menghalangi penglihatan Soohyun dengan punggung lebarnya, hanya saja posisi Hasa yang sedikit berubah. Gadis itu memegang kedua sisi leher Jungkook, sesekali akan menggesek kuku tajamnya di sana ketika bibirnya tergigit.
Ciuman mereka sangat jauh dari kata selesai. Sampai tidak sadar jika air liur membasahi leher si gadis Han. Mengalir melalui mulutnya yang terbuka guna menerima lidah pemuda itu yang aktif, bergerak ke kanan, bergerak ke kiri. Panas, penuh, basah.
"Sir..."
Bibir mereka kini membuat jarak. Tatapan Jungkook semakin menggelap, wajahnya seolah mengeluarkan uap panas yang bisa membakar Hasa hidup-hidup.
"Kenapa?" tanya Jungkook.
Bahkan ketika dia berbicara, embusan napasnya membelai bibir Hasa yang mulai dingin terkena ac mobil. Sepertinya Soohyun sengaja menurunkan suhunya, sehingga mobil terasa lebih dingin. Sedangkan di luar sana juga, salju turun begitu lebat. Padahal ini masih siang.
"Aku lelah, bisakah kita berhenti?" pinta Hasa.
Bohong. Dia sama sekali tidak lelah. Kalau ada kesempatan, Hasa iin mengeluarkan seluruh rasa ketertarikannya atas Jungkook sekarang, terutama tubuh pria itu.
Hasa ingin sekali menjajahkan lidahnya di dada si pemuda Jeon, lalu memberi beberapa tanda merah di lehernya, entah dari bibir atau dari kuku. Tapi jika dilihat, bekas cakaran sudah tercipta di sana.
Jungkook terkekeh pelan. Dia memegang paha dalam Hasa, memberi beberapa rematan halus yang sensual. Otot-otot kaki si gadis Han mengencang sempurna.
"Baru ciuman saja kau sudah lelah? Bagaimana jika aku melakukan hal yang lain? Apa kau akan berteriak kelelahan? Menangis serta memohon berhenti?"
Bibir tipis milik Jungkook tidak pernah tidak berhasil membuat bulu tangan Hasa merinding saat mengeluarkan perkataan kotor.
Dirty talk Jeon Jungkook adalah pembangkit gairah yang paling ampuh saat ini. Yang kedua, tatapan tajam Kim Taehyung.
"Apa aku pernah memohon padamu dalam konteks serius?" tanya Hasa balik. Wajahnya datar. Tapi hatinya meracau.
Si pemuda Jeon tertawa pelan. Dia memutuskan untuk menjaga jaraknya dan bertepatan dengan itu, Seoji terbangun. Gadis itu langsung mendusal ke arah Jungkook.
"Kook-ah," panggilnya manja.
"Masih mengantuk?" tanya Jungkook. Begitu pelan, si pemuda Jeon tidak pernah berbicara seperti itu jika dengan Hasa.
Apakah ini yang namanya efek samping dari kepura-puraan? Sebaik apa pun peran yang menjalaninya, tetap akan ada cacatnya juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
MANGATA ✓
Fanfiction[Be wise: Mature + Erotic] Sulit, Hasa diminta menikah dengan sosok hitler dan dominan abadi seperti Jeon Jungkook. Sial atau menantang? ❝Jungkook, kalau aku tercebur ke sungai. Kau akan menolongku atau melihati saja?❞ ❝Aku akan menyuruhmu berenang...
