PART 31 | When The Night Changes

11.5K 1.6K 1.1K
                                        

Hai, Youniverse. Terima kasih atas dukungan kalian sejak Mangata hanya ada part Prolog, sampai sekarang sudah kepala tiga. Dari yang cuma membaca, dari yang memberi vote atau komen, dan semuanya, terima kasih ya. Bingung mau ngomong apa lagi, tapi semoga kita bisa seperti ini terus <3...

Jangan lupa tekan vote dan beri komentar yang ramai. Aku berharap, setidaknya bisa ada 700 komentar di part ini, bisakah? Mohon selalu dukungannyaa..

So, enjoy it!

*





Soobin mempersilahkan Taehyung untuk masuk. Pria itu datang dengan sepatu kulit mahalnya, benda yang digunakan sebagai alas kaki itu berbunyi cukup nyaring saat solnya mengenai lantai marmer penthouse Jungkook.

Hasa memerhatikan semuanya. Si pemuda Kim melepas topi yang dikenakan. Pria itu berjalan mendekat, melewati Jungkook begitu saja dan hanya fokus pada Hasa.

"Hasa," panggilnya pelan.

Sebuah pelukan diterima oleh Hasa ketika tubuu mereka berdekatan. Bolamata Hasa mencuri pandang ke arah Jungkook yang berjarak beberapa meter darinya.

Pria itu tadi ingin menghampiri Taehyung lebih dulu, maka dari itu dia berjalan mengikuti Soobin, tapi sayangnya Taehyung sengaja mengacuhkannya.

"Taehyung," gumam Hasa.

Gadis itu membalas pelukannya lalu mengelus punggung bidang Taehyung yang kokoh. Bahkan kaki Hasa sedikit terangkat karena perbedaan tinggi badan mereka.

Bibir Hasa mencium pundak Taehyung. Diam-diam dia tersenyum puas dengan tatapan yang Jungkook beri pada mereka saat ini.

Ini yang namanya, rasa sendirian di antara sekian banyaknya manusia di dunia. Ini yang ingin Hasa perkenalkan pada Jungkook sejak dulu. Ada beberapa hal yang tidak akan bisa dirasakan tanpa dialami.

Wajah Jungkook menunduk lalu dia berjalan pergi menuju dapur. Soobin yang menyaksikan itu semua memutuskan untuk keluar saja dari sana.

"Apa kabarmu? Bagaimana Seattle? Hasa, aku rindu sekali. Rasanya bisa gila karena tiga tahun tidak bertemu denganmu. Hasa, aku mendengar kabar mengenai alasanmu pulang ke Seoul. Apa mereka dulu menerormu? Ada yang menyakitimu?" tanya Taehyung tanpa jeda.

Pria itu memegang kedua sisi tubuh Hasa dengan raut wajah khawatir.

"Satu-satu, Taehyung."

Taehyung tertawa pelan lalu dia tersenyum lemah dan mengelus pundak Hasa dengan ujung ibu jarinya.

"Aku rindu sekali," ujarnya pelan.

"Kau tidak mencoba mencariku ke Seattle?" tanya Hasa.

Si pemuda Kim tersenyum tipis.

"Tidak. Aku tau bagaimana menjagamu dari jauh. Jadi—"

Dia kembali memeluk Hasa.

"—mana mungkin aku terbang ke Seattle mencarimu. Bukankah itu juga yang dilakukan Jungkook? Kau suka jika kemauanmu dituruti bukan?" tanyanya.

"Iya, aku suka. Terima kasih karena tidak mencariku seperti dulu setelah aku berpisah dengan Jungkook," jawab Hasa.

Sudut bibir Taehyung naik satu sisi. Tersenyum miring di balik punggung Hasa yang tengah dipeluknya sekarang.

"Kau rindu padaku juga?" tanya pemuda itu lagi dan pelukan kedua mereka kembali terlepas.

"Tentu saja," jawab Hasa.

MANGATA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang