PART 20 | I Can Smell Your Scent

12.6K 1.7K 1.1K
                                        

Haloo Youniverse. Akhirnya kita sudah masuk kepala 2 nih, Mangata jalannya lumayan cepat ya ternyata. Ini semua tidak lepas dari dukungan kalian. Wah, wah, part kemarin bisa 1K comment. Aku seneng banget, kalian suka sekali yaa sama Mangata.

Jangan lupa tekan vote dan beri komentar yang ramai yaa. Aku berharap, setidaknya bisa ada 700 komentar di part ini, bisakah kira-kira? Mohon selalu dukungannyaa.

So, enjoy it! Lebih membakar dari yang dulu.

*





Hasa tidak pernah menyangka, bahwa apa yang dia pikir telah selesai, ternyata

baru dimulai.

Dia tidak pernah terlibat dalam situasi sesulit ini. Sejak dulu, dia berpikir, semuanya dapat diselesaikan asalkan dia tidak pernah berhenti berjuang.

Sampai lupa, kalau pada dasarnya, manusia tetap harus berhenti sejenak, hanya sejenak, entah untuk mengintropeksi diri, mengenali linkungam sekitar atau sekadar menoleh ke belakang untuk melihat sudah sejauh mana melangkah, atau adakah yang tertinggal di belakang sana?

Selama tiga bulanan ini, Hasa meminta bantuan Yoongi dan Namjoon untuk membatasi bahkan menghalangi usaha Jungkook dan Taehyung dalam menemukan posisinya. Sementara, kedua pria bermarga Min dan Kim itu juga tidak tau posisi Hasa.

Semalam, sebelum Taehyung benar-benar pulang, pria itu bilang, semenjak Hasa bercerai, dia meluangkan waktu untuk selalu memata-matai Jungkook di malam hari karena takut pria itu yang lebih dulu menemukan Hasa.

Sampai pada suatu malam, Taehyung melihat pemandangan yang sama seperti yang dilihat Jungkook di dalam mobilnya, yaitu Hasa yang keluar dari sebuah club malam pada pukul satu dini hari.

"Ah," pekik Hasa saat jarinya tidak sengaja terkena pisau.

Dia menatap tidak tertarik ke arah sayur-sayuran yang tengah dipotongnya.

"Aku ke supermarket saja," monolog Hasa lalu dia mengambil ponsel dan dompet lalu memakai mantel dan keluar dari apartmentnya.

Untung saja lokasi tidak terlalu jauh, jadi dia bisa berjalan kaki. Cuaca pagi ini juga sangat disukainya, mendung.

Hasa memerhatikan berbagai macam tipe manusia yang berjalan melewatinya atau dilewatinya. Bibirnya mencetak senyuman tulus saat melihat sebuah keluarga kecil tengah menunggu taksi di depan sebuah cafe kecil.

"Andaikan ya, Sir. Andaikan pernikahan kita seperti apa yang aku bayangkan. Seharusnya sekarang, kita berdua duduk di sebuah cafe kecil, di dekat jendela, memesan minuman hangat dan beberapa camilan lalu—"

Langkah kaki Hasa terhenti. Dia menatap nanar. Apa yang baru saja dia katakan?

Dia menggelengkan kepala dan memutuskan untuk berlari saja. Ini salah. Dia tidak seharusnya berpikir seperti itu.

Setelah sampai di supermarket, Hasa memutuskan untuk langsung menuju rak makanan instan. Dia ingin makan yang banyak nanti malam, juga minum soju.

"Ah, aku jarang sekali minum soju, yang mana kira-kira—"

"Yang ini enak," potong seseorang.

"Terima kasih, Tuan—"

Bibir Hasa terkatup sebelum sempat menyelesaikan perkataannya. Dia menggigit bibir bawah dan mengulumnya beberapa saat.

"Kau mengikutiku?" tanya Hasa.

"Tidak."

Jungkook mencondongkan tubuhnya dan membuat tubuh Hasa mundur, pria itu meraih empat botol soju dan memasukkannya ke dalam keranjang yang dia bawa.

MANGATA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang