PART 3 | Enlighten Me Then Sir

8.7K 1.3K 1.6K
                                        

Halohaa Youniverse. Seperti janjiku kemarin di conversation kalau misalkan hari ini aku langsung up. Wah, kalau tidak salah, dari semalam sudah tembus 1K komentar ya? Jangka waktunya, hampir pecahin rekor di Epilog Season 1. Youniverse memang hebat, bukan main! On fire!

Jangan lupa tekan vote dan beri komentar yang ramai yaa. Dikomen saja perline tidak apa. Aku berharap di part ini juga bisa ada 1K komentar. Bagaimana kira-kira?

So, enjoy it!

*




Layaknya sebuah danau yang disinari oleh bulan di malam hari. Akan terbentuk bayangan di atas air yang menyerupai jalan terang-benderang. Orang-orang menyebutnya sebagai Mangata. Pantulan sinar bulan di permukaan air yang membentuk sebuah jalan tak berujung.

Hasa menganggap Jungkook adalah danau dan dirinya sosok bulan. Lalu malam yang kelam adalah pernikahan mereka. Ada sebuah jalan yang mungkin bisa mereka lalui tapi sampai sekarang tidak ada yang berani menapakinya.

Apa arti sebuah pernikahan?

Hanya orang-orang tertentu yang bisa memberikan jawaban terbaik atas itu semua. Tapi yang lebih baik lagi jika tidak bisa menjawabnya. Arti sebuah pernikahan, janji suci? Sehidup semati? Memiliki keturunan?

Kira-kira definisi singkat yang mana, yang cocok disandingkan dengan pernikahan itu sendiri.

Lalu, apa itu cinta?

Proses pembodohan diri? Proses berkembangnya diri? Atau proses paling indah yang akan dilalui manusia dalam hidupnya? Dan atau lagi, sebaliknya? Banyak yang terjebak karena cinta. Rela disakiti begitu bodohnya, rela menyerahkan segalanya tanpa upah.

Sebagian orang bilang. Itu hal yang bodoh. Gila. Tapi bagi sebagian orang lagi bilang bumbu-bumbu kehidupan. Pahit, manis, pedas, asam dan lain-lain. Berbagi rasa dalam satu kata, cinta.

"Kid," panggil Jungkook.

Lamunan Hasa menguap bersama napasnya ke udara. Dia menatap Jungkook. Pemuda itu menatap penuh perasaan. Hasa menyukainya. Menyukai bagaimana Jungkook memujanya sekalipun hanya tengah berhubungan badan.

Apakah dia terlihat miris saat ini? Mendambakan sosok pria yang sudah menjadi suami sampai segila ini. Dia suka jika Jungkook hanya fokus padanya. Hasa ingin Jungkook memerhatikannya seperti pria itu memerhatikan Yonhae ataupun Seoji dulu.

Kenapa dia tidak pernah merasakan itu semua? Sekalipun pernah merasakan. Kenapa hanya hitungan tahun? Kenapa tidak bisa selamanya?

"Pelan-pelan, Jungkook" ujar Hasa.

Tangannya memeluk tubuh Jungkook setelah pria itu mempercepat gerakan pinggulnya. Kaki Hasa terasa mengikuti alur saja, bergerak ke sana ke mari sesuai hujaman pemuda itu saat ini.

Rasanya penuh. Hangat. Bahkan panas. Bergejolak.

"Hah..."

"Jungkook, pelan. Pelan, Sir. I beg you. Please. Slow down, Sir" racau Hasa lagi. Lebih gila.

Jungkook menegakkan tubuhnya dan pergerakan pinggul pria itu terhenti. Dada Hasa naik turun. Keringat membasahi seprai. Tangan Jungkook terulur menyentuh dada gadis itu. Memberi stimulan lagi seperti awal di depan meja rias tadi.

Memijat, menekan-nekan, membelai, meremat halus, lalu kasar. Hingga pucuknya terasa lebih besar, padat. Hasa terangsang. Istrinya itu menerima sentuhannya secara keseluruhan. Menerima afeksinya dengan baik. Layaknya submisif yang mematuhi dominannya dengan baik.

MANGATA ✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang