Limapuluh empat

114K 12.9K 4.6K
                                        

Hayy, meet malam semua.
Mff ternyata kemarin gak bisa double up.
Buat yang nungguin, sorry :(
Happy malam minggu 👣

H A P P Y   R E A D I N G ❤

_____________________________

"Mesum!" decak Keira menjauhkan kepalanya dari Keano

Keano mengangkat sebelah alisnya, tak lama ia menarik hidung Keira. "Apanya yang mesum?"

"Tadi luar dalam, apa maksudnya?"

"Dih, otak ini nih yang kotor. Jorok lagi " ujar Keano. "Pikiran kamu apa? Ngarahnya kesitu, polos polos menghanyutkan"

"Luar penampilan, dalam sifat"

Lelaki itu tertawa keras hingga membuat Kenzo Kenzie menoleh ke arahnya. Melihat kedua orangtua nya dekat mereka kembali melanjutkan kegiatannya masing masing.

Sementara Keira mengerutkan keningnya tak pahan. Begitu melihat seringai di bibir Keano, kedua matanya melotot. Keira mengalihkan pandangannya ke sembarangan arah, malu.

"Terkontaminasi" ucap Keano masih memasang seringainya

"Ambigu mas" balas Keira, tangannya mengambil majalah lalu menutup mukanya

Membuat Keano lagi lagi menyemburkan tawanya. Gemas, ia menyentil kening istrinya. Kenzo yang melihat itu menjauhkan tangan Keano sambil menatap tajam.

"Angan akitin Nda! Ayah!"

"Overproctive banget Ken, sama Ayah gak segitunya" ucap Keano

"Idih, cemburu sama anak sendiri" sindir Keira. "Malu sama jakun"

Keano berdehem mengembalikan wibawanya karena Keira. Matanya melirik jam dinding yang menunjukan pukul enam sore. Beberapa jam lagi mereka akan pergi, meninggalkan rumah ini. Apa ini keputusan yang benar, dan jalan keluar dari masalah yang tengah mereka alami.

"Kamu udah siap siap Kei"

Keira yang semula tertawa langsung berubah menjadi diam, perempuan itu menundukan kepalanya sebentar sebelum akhirnya mengangkat kembali.

"Kasih tau Ayah dan bunda ya, aku gak tega pergi tanpa bilang apa apa ke mereka. Karena pasti, kamu gak akan ngajak aku pulang lagi kesini dalam waktu dekat. Aku takut..". Keira menggigit bibir bawahnya pelan.

"Aku takut.. engga bisa ngeliat mereka lagi, kita gak ada yang tau apa yang akan terjadi selanjutnya" lanjut Keira

"Aku mohon..". Keira menatap Keano dengan mata berkaca kaca

Lelaki itu tersenyum tipis. "Silakan Kei, bahkan kalau kamu minta antar kesana sekarang kita jalan. Aku gak ngelarang atau mutusin hubungan kamu dengan orangtua kamu. Tujuan aku ngajak kamu pergi untuk ngilangin rasa sakit, bukan nambah rasa sakit" ujar Keano. Keano menyugar rambutnya ke belakang sambil memainkan lidah.

Mendengar jawaban itu, Keira tersenyum kecil. Namun kalimat selanjutnya yang diucapkan lelaki itu membuat kedua matanya mengerjap.

"Engga untuk ketemu Papah"

Setelah mengatakan itu Keano berdiri meninggalkan ruang tamu menuju kamar. Tubuhnya lengket minta segera disiram air dingin, ya meskipun ini sudah masuk waktu magrib.

"Aku juga gak mau ketemu dia" balas Keira pelan

Bukannya gak sopan atau kurang ajar kepada mertuanya sendiri. Jika Aldi bisa menjaga sedikit mulutnya, ia bisa sedikit memaafkan walau terpaksa. Tapi disini pria tua itu tidak memiliki rasa bersalah sedikit pun. Aldi yang sekarang sangat berbeda dengan Aldi yang dulu. Karena masalah Kenzie, atau memang inilah sifat aslinya yang selama ini tertutup sifat baik. Pura pura baik, agar Keira tidak merasa curiga.

Young Parents [Terbit]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang