"Oh.. wow"
Amber mendesah puas ketika pelepasan terakhir itu datang, sesuatu yang begitu melegakan sehingga membuatnya hampir lupa diri.
Amber kemudian menarik diri dari Krystal, sebelum keinginannya untuk
menyerang wanita itu muncul lagi. Lalu ia menaikkan celananya kembali.
Bibir Amber membentuk senyum miring ketika menatap Krystal yang masih berada pada posisinya, membelakangi Amber dengan kedua tangan sebagai penopang tubuh. Miliknya yang sangat memerah karena bergesekan dengan milik Amber berkali-kali, dan ada cairan putih pekat milik Amber menetes darisana.
Krystal sendiri masih terengah-engah, berusaha mengambil banyak udara pada paru-paru yang terasa berat sehabis melayani nafsu pria itu.
Sambil membenarkan pakaiannya, Amber berinisiatif berjalan ke bar untuk mengambilkan air minum untuk Krystal dan juga untuk dirinya. Amber kembali setelah meminum segelas air mineral lalu memperhatikan Krystal yang sudah mengganti posisi menjadi duduk. Keadaan Krystal sangat berantakan, rambut kusut, tubuh penuh keringat, baju serta bawahan yang masih terbuka, dan perhatiannya jatuh pada bibir wanita itu yang membengkak tebal. Amber tersenyum karena merasa puas akan hasil kerjanya.
"Nih"
Krystal menerima gelas yang diberikan Amber padanya.
Krystal dapat melihat Amber sedikit berjongkok untuk menaikkan celana dalam miliknya kembali ke asal, kemudian membenarkan kancing kemeja yang terbuka, sebelum kembali menggoda Krystal dengan mengecup bagian leher wanita itu.
"Stop it" ucap Krystal sambil berusaha mendorong tubuh Amber
Sepertinya berhasil karena pria itu kemudian memundurkan badannya dan duduk di samping Krystal.
Krystal menegak habis minuman
yang diberikan Amber, tenggorokannya serasa kering karena kebanyakan mendesah. Dia bersyukur karena ruangan ini kedap suara sehingga tidak akan ada orang yang mendengar, terlebih tidak akan ada yang berani masuk ke dalam ruangannya sebelum memberitahu dirinya.
Krystal meringis, mulai kembali merasakan rasa pegal itu muncul lagi diseluruh tubuhnya tapi sekarang lebih terasa.
"And stop staring at me like that" ucap Krystal setelah meletakkan gelas tadi diatas meja tanpa memandang Amber
"Like what?"
Krystal dapat mendengar tawa pelan pria itu pada telinganya, lalu mendengus pelan.
Walaupun tidak melihat langsung tapi Krystal dapat merasakan tatapan Amber yang seperti ingin memakannya lagi, tidak kah pria itu lelah setelah melakukan beberapa kali dengan dirinya ditambah dengan yang tadi malam.
"Kenapa ngeluarin di dalam sih?"
tanya Krystal sinis.
Oh, tubuh bagian bawahnya terasa begitu lembab dan lengket karena pria sialan itu.
"Tadi malam juga di dalam kan? Kenapa baru protes sekarang setelah
aku menanam lebih dari sekali?" Tanya Amber balik
"Aku lagi mabuk, jadi aku gak sempat
buat memperingatkan kamu. Tapi
harusnya kamu sadar, apa akibatnya
kalau kamu ngeluarin ditempat yang gak seharusnya gitu aja." Jelas Krystal kesal
"Aku pikir wanita seperti kamu sudah
memperkirakan semuanya ketika
mendatangi pesta seperti itu. Obat anti hamil, suntik KB, atau apapun untuk mencegah kemungkinan buruk terjadi." Ucap Amber santai
Krystal mendengus, "Aku harap bukan hanya aku wanita yang tidak
beruntung itu."
"Kalau maksud kamu aku juga
melakukan hal yang sama dengan
wanita lain, menebar benih, mohon
maaf karena sudah mengecewakan
kamu. Untuk tadi malam, pengaman
aku habis sebelum bermain dengan
kamu. Lalu saat ini, aku berniat untuk
bekerja, untuk apa membawa pengaman. Aku tidak menyangka
malah bertemu dengan kamu dan
melakukannya lagi."
KAMU SEDANG MEMBACA
Saved You
Fanfiction"Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots
