Goodbye

514 36 14
                                        

Seandainya waktu bisa diulang, apakah kalian ingin mengulangnya?

Bagi mereka yang memiliki masa depan yang cerah, mungkin orang-orang itu tidak akan menoleh kebelakang, mengenang masa lalu yang mungkin hanya akan membuang waktu.

Untuk apa mengenang sesuatu yang sudah berlalu?

Menyesal pun percuma, karena semua itu sudah terjadi.

Ada dua macam tipe manusia yang Krystal ketahui.

Pertama, seseorang yang ingin menghapus masa lalunya, menguburnya dalam-dalam sehingga tidak ada yang tahu masa kelam yang
telah ia lewati.

Tidak semua memiliki masa lalu yang sempurna. Untuk apa mengingat suatu hal yang membuat rasa sakit yang sudah kering menjadi terbuka. Namun mereka lupa, jika rasa sakit yang tersisa itu adalah bukti bahwa ia bisa melewati semuanya.

Ingin bukti yang lain?
Lihatlah mereka masih bisa bernafas sampai hari ini.

Kedua, seseorang yang terus mengingat kejadian yang membuatnya merasa tersakiti, menjadikan sebuah pengingat untuk tidak melakukan kesalahan yang sama, atau menjadikan tameng agar mereka tidak merasakan sakit hati lagi.

Tapi bagaimana jika kejadian yang sama terulang kembali?

Krystal pernah berfikir, bagaimana jadinya jika dulu ibunya tidak kembali menemui mantan kekasihnya.

Apa yang akan terjadi?

Apakah Minho dan kedua orang tuanya akan bahagia karena seorang Krystal tidak akan pernah lahir ke dunia.

Tapi cinta tidak bisa memilih untuk siapa perasaan itu berlabuh.

Krystal tidak bisa menyalahkan Ibunya karena masih mencintai mantan kekasih yang merupakan Ayah kandungnya itu. Tidak juga bisa menyalahkan Ayah angkatnya karena menjadi gila setelah pengkhianatan wanita yang memiliki seluruh hatinya.

Sejujurnya tidak ada yang bisa disalahkan disini. Lagipula semua itu sudah terjadi, Ayah angkatnya bahkan sudah merelakan Ibu bersama pria yang lebih ia cintai.

Dulu ketika Minho menjemputnya pulang, mengeluarkan Krystal dari tempat terkutuk yang mereka sebut rumah sakit jiwa, adalah kali pertama ia bisa tersenyum lebar setelah beberapa bulan menanggung penderitaan seorang diri. Dia berjanji akan menjadi anak yang baik dan menurut kepada kakaknya, asal pria itu tidak akan mengembalikan dirinya ketempat sialan itu.

Krystal tidak tahu bahwa kebahagiaannya sudah menghancurkan hati orang lain, yaitu Minhyuk. Pria sempurna yang terlalu banyak cacat dan rusak di dalam hidupnya.

Krystal membiarkan pria itu disana sendirian, setelah mengatakan tidak akan meninggalkan pria itu dan berjanji akan selalu bersamanya. Krystal juga tidak mengerti kenapa ia bisa mengatakan hal bodoh seperti itu, karena mereka memiliki nasib yang sama, seolah mereka sudah terikat dan dapat mengerti satu sama lain.

Well, itu adalah hal yang dikatakan Minhyuk. Percaya ataupun tidak, Krystal benar-benar tidak mengingatnya. Mungkin suatu saat ia akan meminta pria itu menceritakan kembali kisah mereka berdua di dalam rumah sakit jiwa. Terdengar romantis.

•••••

"What are you thinking about princess?"

Sebuah tangan melingkar diperut Krystal, disusul sebuah kecupan dibahunya yang terbuka. Krystal melirik ke samping, merasakan aroma parfum dan aroma tubuh pria itu yang lebih dominan. Satu tangannya terjulur, mengelus pipi pria itu kemudian memberikan satu ciuman dipipi yang lainnya.

"Nothing. Hanya berdiri dibalik jendela, menghabiskan segelas kopi sambil menikmati suasana pagi hari" jawab Krystal

Dia memandang keluar, dimana seorang Ibu baru saja mengantar anaknya yang hendak pergi sekolah ke dalam mobil, tempat Ayahnya sudah menunggu.

Saved YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang