Episode 45 [ My mark, My power. ]

1.4K 234 37
                                    

ᴡʀɪᴛᴛᴇɴ ʙʏ : Tired!Cho_Kocho

━━━━━━━━━━━━━━━━

[CHAMPIONS]
» ᴘʟᴀʏ «
00:00 ●━━━━━━  00:00 
⇆ㅤㅤㅤㅤ◁ㅤㅤ❚❚ㅤㅤ▷ㅤㅤㅤㅤ↻

──────────────────
" Mᴏᴛʜᴇʀ. "
──────────────────

━━━━━━━━━━━━━━━━

(name) berlari menuju kediaman kupu kupu setelah mendapatkan kabar bahwa trio kamaboko kini telah kembali dari misi mereka bersama Uzui Tengen. Juga, Tanjiro yang telah sadar dari komanya.

Setelah sampai, ia melewati beberapa kakushi dan Aoi serta Naho, Sumi, Kiyo yang baru saja ingin menyapanya.

"ah ! Selamat pagi, (name)-sa---"
"Pagi !! Aku harus menemui tanjiro dan teman temannya!"

Naho Sumi Kiyo menoleh ke satu sama lain lalu membiarkan gadis bersurai coklat itu berlari lari di lorong kediaman kupu kupu. Dengan begitu, (name) oun mempertajamkan pendengarannya lebih jelas lagi.

'dia sudah bangun! Ada seseorang yang menemaninya juga saat ini..'

Pintu pasien pun dibuka oleh (name) dengan kuat hingga mengagetkan Kanao dan Tanjiro yang berada di dalam ruangan tersebut. (Name) meletakkan kedua lengannya di lutut sambil mengatur nafasnya. "Haa.. hahh.. syukur.. -lah.. kau sudah sadar.." Ucap (name) sambil mengukir senyuman lelahnya.

"ah! (Last name) (name)-san tsuguko dari (name)-san si pilar petir! Senang bertemu denganmu lagi!" Balas Tanjiro dengan antusias walau keadaannya kini masih dalam proses penyembuhan.

(name) berjalan mendekati mereka berdua lalu duduk di salah satu kursi dan meletakan kepalanya di ranjang Tanjiro, "mendengar.. kalian melawan iblis bulan atas ...dan- Uzui-san keluar dari jabatan pilarnya.. membuatku langsung khawatir..hufftt.."

"wahh, terima kasih telah mengkhawatirkan kami! Tetapi, aku dan lainnya pasti baik baik saja kok!"

Urat urat pun mulai bermunculan di kening (name) dan ia langsung melototi tanjiro hingga membuat lelaki bersurai anggur merah itu merinding ngeri.

"setelah melawan iblis bulan atas itu bukanlah 'aku baik baik saja, kok.'"

Kanao sweatdrop diikuti dengan Tanjiro yang kini memegang lengan Kanao karena ketakutan. "T-t-tapi..--"

"Demo janai!"
Titah (name) sambil mencoba untuk menjewer telinga Tanjiro

"ha'i!!"
Balas Tanjiro sambil menggelengkan kepalanya untuk menghindari jeweran (name)

(Name) menghela nafas dengan pelan lalu memberikan mereka berdua senyuman lembut, "kalian sudah melakukan hal yang sangat baik, kalian semua sudah sangat kuat ya, tanjiro, kanao.." lirih (name) sambil menyingkirkan surai coklatnya ke belakang daun telinganya.

Seketika kedua mata mereka masing masing langsung membelalak dan melihat sosok (name) si pilar petir melakukan hal yang sama dengan senior mereka.

𝐃𝐄𝐀𝐑 𝐌𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 • [KNY x Reader] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang