Episode 62 [ Her Best Plan. ]

924 155 24
                                    

᭙ꫀꪶᥴꪮꪑꫀ!
❀•°•═══ஓ๑♡๑ஓ═══•°•❀
˛˚ 。✰ * ˛。Dear Mother 。* ˛˚ 。✰ ˚
ᴡʀɪᴛᴛᴇɴ ʙʏ : Shizuka__ka

━━━━━━━━━━━━━━━━━

"SUDAH KUKATAKAN, JANGAN IKUTI AKU, KANAE!!" Seru gadis bersurai (colour) itu dengan penuh amarah membuat si pilar Bunga tersentak dan mundur satu langkah. "Kau menjadi keras kepala sekali, (name)-san! Ada apa dengan dirimu dalam beberapa tahun ini!? Pokoknya aku tak ingin kau melakukan hal yang bodoh lagi!!" Balas Kanae namun bentakannya tak setinggi sahabat lamanya tersebut.

Kanae menarik narik lengan haori milik (name) sambil berusaha untuk menghentikannya. Namun sayangnya, Sang pilar petir memiliki fisik yang lebih kuat dari dirinya. Dengan mudah, (name) melepaskan genggaman Kanae dengan kasar membuat Kanae hampir terjatuh ke tanah. "BERHENTILAH BERTINGKAH SEPERTI ANAK KECIL, SIALAN!! JANGAN GANGGU AKU SAMPAI AKU PEDULI KEMBALI! SEKERAS APA KEPALAMU ITU, KANAE??!" Teriak (name) dengan kuat hingga urat uratnya muncul di sekitaran wajah. Ia lebih menyeramkan dari pada Sanemi ketika Ohaginya di ambil seseorang - (name) yang ngambilnya.

"..."

"Jangan menghalangi diriku lagi, keputusanku sudah bulat. Ini adalah rencanaku, jika kau atau siapapun itu yang akan menghalangi diriku.. Aku tidak akan sudi menjadi orang yang lemah lembut lagi." Selesai (name) sambil merapikan Haori miliknya dan mulai kembali berjalan meninggalkan Kanae yang saat ini membendung air matanya. "Aku-... a-aku me-.. (Name)-san, Aku menyayangimu!! Sungguh, aku sangat menyayangimu seperti saudariku! Kumohon, Kembalilah kepada kami, kembalilah kepadaku- Aku ingin (Name) yang kukenal kembali ke pelukanku!!" Seru Kanae dan dia langsung berlutut ke tanah, membiarkan air matanya mengalir dengan deras seakan akan tidak akan ada hentinya.

Hati yang beku itu dapat merasakan retakan yang menyakitkan luar biasa, (Name) meletakkan satu tangannya di mana hatinya berada lalu ia mengepalkan tangan tersebut hingga buku buku harinya memutih. Ia dapat merasakan bahwa dirinya akan hancur dalam waktu yang pendek, ia sudah kebingungan dengan jalan kehidupannya yang sangat berantakan. Ia meninggalkan keluarganya, ia kehilangan orang yang ia sayangi dan cintai, dan sekarang ia harus memendam rasa sakit luar biasa ini. Entahlah, apakah sekarang ia pantas disebut manusia lagi atau bukan. Kesempatan keduanya yang dihidupkan kembali benar benar ia gunakan dengan tidak baik. Ia selalu saja hampir menyia nyiakannya. Ia membenci dirinya sendiri.

"Buang pikiranmu itu, Kanae. Karena..." (name) melirik ke belakang dan melihat Kanae kini menatapnya dengan bingung walau kedua mata ungu pucatnya kini telah basah karena air mata, "Aku bukanlah diriku yang lama. (Name) yang kau kenal - sudah lama tiada." Dengan begitu, (Name) langsung melompat tinggi meninggalkan Kanae yang benar benar menangis dengan kencang.

"aku akan mempertaruhkan nyawaku."

"apa?"

"...Jangan membuatku mengulanginya dua kali."

"..."

Kanae saat ini duduk dan saling berhadapan dengan (name) yang menatapnya dengan tatapan kosong. Ia telah mendengarkan rencana Kagaya yang akan mempertaruhkan dirinya dan istri serta kedua anak tertuanya disaat Peperangan terakhir akan datang. Namun, rencana itu langsung ditolak dan diprotes dengan sangat keras oleh Pilar petir dengan segera. Bahkan, Gyomei hampir melempar bola besi berdurinya ke arah (Name) karena ia bertingkah dengan sangat tidak sopan.

𝐃𝐄𝐀𝐑 𝐌𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 • [KNY x Reader] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang