᭙ꫀꪶᥴꪮꪑꫀ
❀•°•═══ஓ๑♡๑ஓ═══•°•❀
˛˚ 。✰ * ˛。Dear Mother 。* ˛˚ 。✰ ˚
【 ᴡʀɪᴛᴛᴇɴ ʙʏ : Shizuka__ka 】━━━━━━━━━━━━━━━━━━
BRAAAKK!!
Kanae kini telah mendorong tubuh (name) ke dinding dan mengunci kedua pergelangan tangannya di belakang seperti yang pernah si surai (h/c) itu lakukan pada dirinya disaat mereka berada di seleksi akhir. Yang ditahan hanya terdiam dan sudah mengekspetasikan bahwa hal ini akan terjadi, "Kau terlihat marah sekali, apakah--" "DIAM! Kenapa kau mengambil obat dan racun itu secara tiba tiba tanpa sepengetahuan kami, (Name)-san!? Apakah kau mencoba untuk mengkhianati kami semua!? Jawab aku!!" Potong Kanae dengan nada tingginya membuat (name) mengangkat kedua alisnya, "kau seperti orang lain saja, Kanae. Biasanya kau tak pernah meninggikan suaramu." Ujar (name) menyangkalkan pertanyaan dari sang pilar bunga tersebut. Mendengar detak jantung yang berdetak lebih cepat, (name) tersenyum kecil karena baru kali ini lah ia melihat ekspresi Kanae yang begitu kesal. Dan bukan seperti biasanya yang dimana selalu ia sembunyikan dibalik senyuman manisnya.
"Berhenti menghindari pertanyaanku dan jawab saja dengan cepat!!" Seru Kanae membuat (name) mengernyit dan menghela nafas dengan pelan. Pandangan para asisten kupu kupu, kakushi dan pemburu iblis lainnya mulai beralih ke arah mereka berdua, "...kenapa ya? Aku lupa. Sungguh, tidak bohong." Jawab (name) dengan santai membuat orang orang yang memperhatikan mereka langsung terjatuh dan sweatdrop. Disaat Kanae ingin marah lagi, tiba tiba burung gagak yang telah lama tak (name) jumpai, kuuro, kini datang dan mendarat di atas surai (h/c)nya. "Seluruh pilar! Segera pergi ke markas utama pemburu iblis! Akan ada pilar yang melakukan seppuku!" Beritaunya dengan suara lantang, (name) menggelengkan kepalanya membuat Kuuro menyingkir dan mendarat di pundaknya.
"Lama tidak jumpa, pengirim kabar buruk." Ujar (Name) dengan kesal membuat Kuuro mengeluarkan suara suara sedihnya, tanpa basa basi lagi, (Name) sudah menghilang dari pandangan dan tahanan Kanae, membuat pilar bunga itu panik dan mengejarnya ke markas pemburu iblis dengan sesegera mungkin.
━━━━━━━━━━━━━━━
Sanemi menggerutu dengan kesal dan amarahnya kini telah bergejolak dalam tubuhnya setelah mendengar kabar bahwa salah satu pilar akan melakukan seppuku, di depan pilar lainnya.
ia kini sudah sampai duluan di depan halaman markas tersebut menunggu kehadiran para pilar lainnya, satu per satu, Pilar lainnya pun datang dengan ekspresi yang berbeda beda, ada yang terlihat bingung, sedih, panik, khawatir serta ikut amarah seperti dirinya.
"Apa apaan salah satu pilar akan melakukan seppuku!? Hah?!!" Tanya Sanemi ke para Pilar lainnya dengan kesal, "Tak dapat dimaafkan, benar benar memalukan, dasar mengecewakan." Timpal Obanai lalu memutarkan kedua bola matanya. "a-aku menjadi sedih! Padahal kita akan mengalahkan Kibutsuji Muzan bersama sama-" Balas Mitsuri sambil menahan air matanya, "tapi jika memang begitu, kenapa tidak dilakukan setelah perang terakhir saja? Kalian tau? Melakukannya disaat Kibutsuji telah dikalahkan." Ujar Tokito dengan sedikit berekspresi.
"Namuamidabutsu, kita akan selalu mengikuti peraturan yang ada terlebih dahulu sebelum ada penjelasan yang jelas dari oyakata-sama atau anggota keluarganya." Jelas Gyomei seperti biasa sambil mengalirkan air matanya dan berdoa, "ini juga cukup tiba tiba." Kata Shinobu sambil mengusap keningnya yang berkeringat setelah berlari dari tempat persembunyian Tamayo ke Markas pemburu iblis yang cukup jauh.

KAMU SEDANG MEMBACA
𝐃𝐄𝐀𝐑 𝐌𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 • [KNY x Reader]
Fantasi⌞ 𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄 𓆉 ⌝ MASIH BANYAK TYPO, GOMENNASAI AOWQWQWQ " Bintangku.. bersinar..di depan halaman rumahku, mengingatkan.. dirinya.. yang selalu.. memasang senyuman.. " -Tamayo ━━━━━━━━━━━━━━━━━━ Kekosongan, sendirian, dan Kedinginan itulah yan...