(Name) merasa memiliki mimpi buruk yang panjang. Dengan getir, ia mencoba untuk bernafas dengan normal. Namun sayangnya, ia tetap terengah engah seperti dikejar sang maut.
"TIDAK!!!" Teriaknya kencang,
Dengan spontan, kedua mata berlian itu terbuka dengan lebar. (Name) langsung bangun dan melihat di sekitarannya.
Ia bingung.
Bukankah dirinya bertarung bersama yang lain? Kenapa ia bangun disaat semua orang bersorak ria dengan penuh tangisan bahagia serta lega. Perasaan puas ada dimana mana, membuat sang pilar petir semakin jantungan. Ia melihat Tanjiro dan Kanao saling berpelukan dengan penuh bahagia, (name) baru kali ini melihat Kanao menangis bahagia.
Lalu disebelahnya, ia melihat Mitsuri dilamar oleh sang pilar ular. Setelah sekian lamanya, gadis itu akhirnya merasakan cinta yang luar biasa, hidupnya terasa lengkap ketika obanai mengungkapkan perasaanya.
(Name) tersenyum lalu menoleh ke samping, gadis itu menemukan Kanae yang tengah diobati oleh Shinobu. Sekilas, mereka saling bertatap seakan akan membaca lembaran baru nan indah. Shinobu yang menyadari hal ini hanya menghela nafas lega, "kemarilah, Kau perlu diobati." (Name) terdiam sejenak, raut wajah berubah, ia mencari keberadaan Shizuka berada. Namun hasilnya nihil, ia sama sekali tak melihat gadis itu dimana mana.
"Aku...— seharusnya tidak hidup setelah mengakhiri perang ini.." gumam sang pilar petir sembari merasakan aura yang mencekam dari belakangnya. (Name) menoleh ke belakang dan melihat ibunya dengan amarah yang berkobar. "Tarik kembali.. kata katamu." Ujar Tamayo sambil melangkahkan kakinya perlahan lahan. (Name) merinding dengan hebat, ia merasa tubuhnya terjerat oleh akar akar. "Sungguh, aku tidak berani berbohong kepadamu disaat seperti ini... Karena—"
"KARENA APA LAGI WAHAI ANAKKU!?" Seru Tamayo, tanpa basa basi, ia langsung berlari menuju putrinya berada lalu (Name) memejamkan kedua matanya, mencoba untuk menerima hantaman kematian dari ibunya. Namun, ia merasa dirinya langsung dipeluk dengan erat. (Name) membuka matanya dan menemukan dirinya dipeluk erat oleh Tamayo. Wanita itu hanya bisa menangis terisak di pundaknya, Yushiro dan keluarga lainnya tersenyum sendu ke arah mereka.
"Maafkan aku, tetapi.. dimana Shizuka-san?" Tanya (Name) sambil mengelus punggung ibunya dengan pelan, "Shizuka? Siapa dia? Apakah dia rekan dekatmu juga!?" Tanya lelaki dengan suara lantang membuat (name) membelalakkan kedua matanya, ia melihat pria tangguh kini berdiri di sampingnya. Wajah yang penuh dengan darah dan kotoran namun senyuman semangatnya tak meninggalkan wajah tersebut, luka luka yang ada di sekitaran badan. Dan melipat kedua lengannya, "eh? Rengoku-san..? Tapi bagaimana—"
"(Name)," panggil Tamayo dengan lemah lembut seraya mengusap matanya yang basah, "disaat kau pingsan setelah melawan Muzan dan melindungiku, kau mengalami skizofrenia. Namun, kau selalu bersikeras seperti biasanya bahwa kau dapat melihat... gadis bernama Shizuka ini." (Name) ternganga mendengar hal tersebut, bagaimana ia bisa lupa? Padahal ia dapat merasakan bahwa gadis itu sangatlah nyata walau sudah menjadi setengah arwah.
"Lalu...— bagaimana dengan rengoku-san? Bagaimana dia dapat kembali hidup setelah melawan Akaza?" Tanya (name) terbata bata dengan air mata yang mulai berlinang, "Hahaaha! Aku tidak bisa dikategorikan kembali hidup, tetapi aku memang masih hidup!" Jawabnya dengan bersemangat, "Aa—.. lalu, kenapa tak ada satu orang pun yang memberi tauku bahwa aku—.. berhalusinasi dengan berlebihan?"
Kanae dengan perlahan meletakkan tangannya di pundak sahabatnya, "Walau secara berlebihan, kami dapat melihat sisi positifnya juga, seperti.. kau tidak lagi memendam perasaanmu sendirian, memberi tau stretegi mu, kau juga bahkan masih bisa ribut dengan Shinazugawa-san." Jelas Kanae sebisa mungkin agar (Name) perlahan lahan dapat mengerti.
"Hmph! Dia selalu membuatku emosi seperti tidak makan berhari hari!" Seru Sanemi dari kejauhan sambil menunggu kakushi mengobati lukanya. "(Name)-san, gadis bernama Shizuka ini.. sebenarnya hanya menjadi pandu mu, sehingga kau tak akan tersesat di jalanku sendiri lagi."
(Name) mengusap air matanya, lalu ia melihat sosok gadis bersurai hitam dikuncir rendah dengan kedua mata hijau tuanya yang begitu menenangkan. "Kau tau? Mengenali mu dan menemanimu di setiap rintangan sulit itu cukup menarik. Aku mengharapkan yang terbaik untukmu, (Name). Akan lebih baik lagi jika kita dapat bersaudara sedarah ataupun berteman dekat di kehidupan selanjutnya." Dengan begitu, seekor merpati terbang dari ranting phon sakura membuat bunga bunganya berhamburan hingga terbang bersama cahaya cahaya yang menenangkan hati.
"Akh...— aku lelah, aku ingin tidur.." keluh (name) sambil menahan air matanya dan memeluk erat tubuh ibunya. Perjalanannya cukup panjang dan berantakan, sudah saatnya ia menyelesaikannya dengan menjadi gadis normal.
---
"(Name), Shizuka, mulai saat ini.. sensei akan menculik kalian."
"Tapi... sensei akan masuk penjara loh, disana gelap dan dingin disaat malam hari. Dan sangat silau serta panas di siang hari." Balas (name) gemetaran dalam dekapan saudarinya.
"..."
"Tidak apa apa, sensei yakin.. bahwa kalian berdua lebih menderita daripada sensei.." wanita itu memeluk mereka berdua lalu menangkup pipinya masing masing.
"Aku akan menggantikan ibu kalian, apakah kalian bisa.. memanggilku okaa-san?"
"...—"
"Okaa-san..? Okaa-san..— Okaa-san!"

KAMU SEDANG MEMBACA
𝐃𝐄𝐀𝐑 𝐌𝐎𝐓𝐇𝐄𝐑 • [KNY x Reader]
Fantasy⌞ 𝐂𝐎𝐌𝐏𝐋𝐄𝐓𝐄 𓆉 ⌝ MASIH BANYAK TYPO, GOMENNASAI AOWQWQWQ " Bintangku.. bersinar..di depan halaman rumahku, mengingatkan.. dirinya.. yang selalu.. memasang senyuman.. " -Tamayo ━━━━━━━━━━━━━━━━━━ Kekosongan, sendirian, dan Kedinginan itulah yan...