(+)Tiga Puluh Tiga

8.1K 746 65
                                        

"Ada apa?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ada apa?"

Vanya mengalihkan pandangannya begitu mendengar sebuah suara mengusik ketenangannya.

Seorang wanita dengan seragam putih abu-abu lengkap dengan rambut kepang dua berwarna hitam legam itu. Putri kini menatap Vanya dengan tatapan datar, tak ada lagi senyum palsu itu. Yah, sebenarnya Vanya bersyukur kalau Putri berhenti berpura-pura dengannya.

"Gua gak sangka lu dateng secepet itu. Kangen sama gua?" Ucap Vanya masih dengan tatapan yang tertuju ke arah kolam renang.

Setelah memutuskan untuk pindah ke London setelah lulus, Vanya kembali masuk sekolah setelah 2 hari bolos. Beberapa saat lalu ia meminta Putri untuk bertemu dengannya di kolam renang sekolah. Dan disinilah mereka berada sekarang.

Putri tersenyum miring, "Lumayan, karna biasanya lu selalu mengacaukan semua rencana gua. Gua akhirnya seneng karna lu bisa diem juga"

Kini Putri juga menatap kolam renang itu, "Tempat yang familiar bukan? Masih ingat hari itu?"

"Tentu. Itu juga termasuk rencana lu kan?" Ucap Vanya.

Putri tersenyum, "Ternyata lu gak sebodoh yang gua kira"

"Jadi, kenapa lu mau ketemu gua disini?" Tanya Putri.

Vanya kembali menatap kearah depan, "Gua mau pergi ke London setelah kita wisuda nanti"

"Hahaha jadi lu ngaku kalah? Dengan kabur?" Ucap Putri remeh.

Kini giliran Vanya yang tersenyum remeh, "Kalo lu anggap kepergian gua ini sebagai tanda bendera putih, maka lu salah besar. Gua pergi karna gua merasa menang"

"Menang? Lu lupa? Gua lah yang ngedapetin Juna. Dan itu berarti gua yang memenangkan permainan ini" Ucap Putri tak terima.

"Cih, lu bisa menang karna gua mengalah. Gua gak yakin lu bisa tetep menang kalo gua berjuang sampai akhir" Ucap Vanya dengan senyum sudut nya.

Vanya berjalan mendekati Putri, "Gua denger lu bakal ulang tahun ya? Beberapa hari setelah kita wisuda. Apa itu bener?"

Putri bersedekap tangan, "Tentu, Juna udah siapin pesta ulang tahun buat gua. Sangat meriah"

Vanya tersenyum, "Wah bagus dong. Gimana rasanya? Jadi ratu Akarsana? Gimana rasanya duduk di tempat bekas gua?"

Putri mengepalkan tangannya, "Bekas atau tidak, intinya gua yang sekarang jadi pacar Juna bukan selingkuhannya lagi. Sedangkan orang-orang malah berfikir jahat tentang lu"

"Bagus dong, justru gua suka akan hal itu. Jadi gua gak perlu repot-repot untuk jaga image di depan mereka lagi. Justru, lu yang harus khawatir kan? Lu harus menjaga image lugu lu di depan semua orang sedangkan didalam hati lu itu penuh kebusukan" Ucap Vanya seraya mengibakkann rambutnya.

"Lu yang harusnya mempersiapkan diri lu, karna kedepannya lu pasti bakal kesusahan menyandang status 'pacarnya Juna'. Jadi berhenti urusin urusan orang lain" Ucap Vanya seraya menepuk Pundak Putri.

Antagonist Revenge Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang