(+)Tujuh Belas

19.9K 1.5K 406
                                        

"Lu… ngapain disini?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lu… ngapain disini?"

Mata coklat Vanya menatap kebingungan kearah wanita dengan tinggi standar yang memakai pakaian putih abu-abu dengan rapih lengkap dengan rambutnya yang dikepang dengan karet warna warni. 

Tak seperti biasanya, kali ini Vanya tak menemukan senyuman yang biasanya dipamerkan dengan bangganya. Sekarang hanya ada mata yang sedikit menunduk yang terlihat seperti gugup. 

"A-Aku mau… minta maaf" Putri membenamkan wajahnya, membuat Vanya dan Tomi hanya bisa melihat rambut Putri yang terkepang rapih. 

Vanya dan Tomi saling bertukar pandangan, ternyata bukan hanya Vanya yang bingung sekarang. 

"Minta maaf? Buat?"

"Buat kejadian waktu itu Van… kejadian di kolam renang" Vanya membuka mulutnya lebar-lebar, ber-oh ria saat mendengar alasan dari tindakan Putri sekarang. 

"Yaelah Put… santay aja kali lagian itu udah lama. Gak usah diinget-inget" Vanya melambaikan tangannya ke udara, sekarang Vanya lah yang terseyum. 

Putri menatap Vanya, masih dengan tatapan yang sama. 

"E-Engga Van… aku harus minta maaf. Tapi aku bener-bener ga tau kalo kamu punya trauma masa kecil, kalau aja aku tahu…"

"Udah lah lupain aja. Lagian gua yang harusnya makasih sama lu, lu yang nyelametin gua waktu itu, kalo aja lu gaada gua gatau lagi gimana keadaan gua sekarang" Vanya tersenyum hangat mencoba membuat Putri kembali tersenyum. 

"Putri? Nolongin lu?" Kali ini Tomi yang bersuara, membuat semua perhatian Vanya dan Putri teralih kearahnya. 

"Bukannya waktu itu…"

Tomi menggantungkan kalimatnya saat melihat Putri menatapnya seakan sedang memohon, entah lah sepertinya Tomi salah lihat ia tak pandai mengartikan sebuah pandangan. Tapi dengan menyatunya alis wanita itu, bukankah itu sudah cukup menjadi bukti?. 

"A-Ah.. I-Iya… waktu itu Putri yang gendong Vanya hehe" Tomi menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, matanya yang dibalut kacamata tak henti-hentinya menatap mata Putri sejak tadi.  

Sekarang tatapan kebingungan Vanya teralih kearah Tomi, kenapa tiba-tiba pria itu terbata-bata? Tak seperti biasanya, apa sekarang ia juga gugup saat melihat Putri?. 

Vanya kembali menatap kearah Putri saat menyadari kalau wanita itu sedang memeluk Vanya, Putri memeluk Vanya dengan sangat erat dengan sedikit terisak. 

"M-Makasih Van… kamu udah bener-bener berubah… sekarang kamu udah sering senyum sama kamu… Kamu juga udah mau terima permintaan maaf aku" Putri memperdalam kepalanya, membuat jarak antara keduanya menghilang. 

"I-Iya Put.. Sans aja" Vanya mengelus pundak wanita dihadapannya dengan ragu, tangan Vanya bergerak keatas dan ke bawah melewati pundak Putri yang bebas dari rambut. 

Antagonist Revenge Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang