Extra Part❤

21K 1K 67
                                        

"Widya!!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Widya!!"

Widya menolehkan kepalanya begitu mendengar seseorang menyebut namanya. Mata itu kini menyisir seluruh sudut bandara dan mencoba untuk menemukan siapa orang yang tengah ia cari di tengah kerumunan orang ini. 

Widya mengembangkan senyumnya saat melihat siapa yang ia cari, "Mentari!!"

Dengan tergesa-gesa Widya menghampiri Mentari dan langsung menghambur kedalam pelukan Mentari, menyebabkan Mentari yang kehilangan keseimbangannya dan hampir saja jatuh. 

Widya melepaskan pelukan itu, "Untung aja belum telat ya? Hehe"

Namun cengengesan Widya malah di balas tatapan sinis oleh Mentari. Sekarang Widya sedang berada di bandara untuk menghantar Mentari yang akan mulai bekerja di London. Namun bukannya menghantar, Widya malah membuat Mentari menunggu dan hampir saja kehilangan kesabarannya. 

Sudah satu tahun berlalu sejak ia kembali menjadi dirinya dan kembali ke dunia nyata. Sekarang ia bukan lagi mahasiswi tingkat akhir yang selalu mengeluh, ia sudah lulus dan bekerja, yah walaupun bukan pekerjaan yang terlalu bagus tapi setidaknya sekarang Widya bisa menanggung hidupnya sendiri. 

Mentari memasang wajah cemberut nya, "Lu kemana aja si? Tau gak gua berangkat jam berapa?"

Widya kembali cengengesan, "Jam 9? Hehe. Maaf"

"Apa lagi kali ini Wid? Macet? Ban motor mu kempes? Ojol mu telat? Apa gimana?" Ucap Mentari. 

Widya gelagapan, "E-Engga.. Semuanya lancar kok. Cuma gua ketiduran, kemarin abis maraton drakor hehe"

"Sahabat lu mau pergi besok, dan lu malah nonton drakor? Sebenarnya gua ini sahabat lu bukan si?" Kesal Mentari. 

Widya menundukkan kepalanya, "Iya iya maaf… jangan marah dong kan gua udah dateng kesini" Gumam Widya. 

Mentari menghela nafasnya. Memang ia tak akan bisa menang melawan Widya, karna Widya punya seribu satu alasan untuk membenarkan tindakannya dan menutupi kesalahannya. 

"Eh btw Tar, gua punya sesuatu buat lu" Ucap Widya sembari mengubek-ngubek isi tas nya sekarang. 

"Tada!" Ucap Widya seraya menyodorkan sebuah kotak makan kecil berwarna pink ke hadapan Mentari. 

Mentari mengerutkan keningnya, "Apaan ni?"

"Sambal terasi. Buatan ibu!" Ucap Widya. 

Ekspresi Mentari yang tadinya di penuhi kekesalan seketika berubah menjadi girang bukan main. Bagaimana tidak? Sambal terasi buatan ibu Widya adalah makanan favorit Mentari bahkan sejak memasuki masa mahasiswa. 

Dengan penuh kegirangan Mentari mengambil sambal terasi yang disodorkan oleh Widya "Wah serius?"

Widya mengangguk, "Iya kemarin gua pulang ke rumah ibu. Sengaja khusus buat ngambil sambel ini buat lu"

Antagonist Revenge Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang