(+)Tiga Belas

24.1K 2.3K 137
                                        

"Kamu nyariin aku Rik?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kamu nyariin aku Rik?"

Rika menajamkan pandangannya, menatap kesal bukan main kepada wanita yang justru sedang menatapnya sambil tersenyum. 

Rika melangkahkan kakinya, mendekati Putri yang masih diam ditempatnya. Rika mengepalkan tangan yang didalamnya berada kertas yang tadi ia tunjukkan kepada Vano, menghasilkan suara remukan yang membuat mata Putri menatap ke arah tangan Rika yang sedang mengepal. 

"Iya gua nyariin lu, gua mau ngomong sesuatu sama lu" Rika menjawab pertanyaan Putri dengan dingin sedingin dinginnya berharap kalau wanita dihadapannya ini bisa peka terhadap situasi dan mundur dari keinginannya mengisi pensi. 

"Yaudah nanya aja Rik, nanti aku jawab" Senyum yang mengekspos semua gigi putih Putri tak kunjung luntur. 

Rika terkejut bukan main, memangnya kode yang dirinya berikan kurang ya? Rika sudah berusaha terlihat sekesal mungkin, namun Putri tak kunjung juga mengerti. Ini pertama kalinya Rika menemukan seseorang dengan wajah badak seperti Putri, tak tahu malu. 

Ia sudah merebut tunangan sekaligus sahabat Vanya dengan mudahnya, tak perduli sebanyak apa Vanya mengancamnya Putri tak pernah peduli hal itu. Sekarang disaat Vanya sudah merubah keputusannya, ia malah cari masalah dengan berpura-pura baik dan mendekati Vanya, lalu ia juga ingin mengisi pensi seperti apa yang selama ini Vanya lakukan, dia juga ingin menjadi pusat perhatian?. 

"Lu itu polos atau goblok si sebenarnya? Lu tahu kan kalo tahun ini gua yang bakal ngurus pensi? Kalo gua mau, gua bisa coret lu dari daftar dan lu gabakal bisa tampil" Ancam Rika, berharap kalau kali ini wanita itu akan paham dengan posisinya. 

Ekspresi Putri langsung berubah begitu mendengar perkataan Rika, wanita itu menaikkan alisnya membentuk wajah memelas dan menyatukan tangannya seakan memohon kepada Rika untuk tak mewujudkan apa yang baru saja ia katakan. 

"Mau lu tu apa si? Lu mau nyaingin Vanya? Lu tau kan selama ini Vanya selalu nyanyi kalo ada acara sekolah, dan sekarang lu mau ngambil posisi itu? Denger ya, ada satu perbedaan diantara lu dan Vanya yang gak akan bisa dihilangkan. Lu gak selevel sama Vanya ngerti? Jadi stopp mencoba menyaingi Vanya!" Rika menaikkan satu tangannya, mengeluarkan jari telunjuknya dan mengarahkannya tepat dihadapan wajah Putri. 

Putri bergetar, terlihat wanita itu hampir sama menangis, "J-Jangan Rik… A-Aku sama sekali gak ada niat buat nyaingin Vanya, kamu tahu kan? Sekarang aku juga sahabat Vanya. A-Aku cuma mau nunjukin bakat aku itu aja" Bantah Putri dengan suara bergetar ketakutan. 

Rika memutar bola matanya begitu mendengar kata 'sahabat' keluar dari mulut wanita itu, bagaimana bisa dirinya mengaku sahabat Vanya setelah membuat wanita itu tenggelam. 

Namun baru saja mulutnya ingin terbuka untuk menjawab Putri, tiba-tiba ada seseorang yang bergabung diantara mereka. 

"Lu sendiri? Emang tindakan lu yang kaya gini pantes? Bertindak sok berkuasa sama orang yang lebih lemah? Kenapa? Mentang-mentang lu sahabatnya Vanya?" Rika menatap tak suka pada pria yang muncul dari belakang Putri dan kini tengah menggenggam tangan wanita yang terlihat bergetar itu. 

Antagonist Revenge Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang