(+)Tiga Puluh Tujuh

10.4K 890 135
                                        

"Lo masih bisa berubah pikiran sekarang Van"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Lo masih bisa berubah pikiran sekarang Van"

Rika kembali menatap Vanya yang baru saja melepas pelukan bersama Lisa seraya menahan tangisnya, tapi sang empu kembali menggeleng seraya mengusap air matanya.

Sekarang ketiga sahabat itu tengah berada di bandara Soetta, setelah mengucapkan kata-kata perpisahan dan beberapa kali berpelukan Vanya akhirnya kembali menarik kopernya dan bersiap untuk berangkat.

"VANYA!"

Sebuah suara lelaki yang memanggilkan namanya sukses menghentikan langkah kaki Vanya yang sedang menarik kopernya, memang nama Vanya bukan lah milik ia seorang tapi suara itu sangat familiar apa itu Adrian?.

Dengan perlahan Vanya membalikkan badannya dan betapa terkejutnya ia saat tahu sosok lelaki itu bukanlah Adrian, tapi mantan tunangannya.

"Juna?" Juna berhenti tepat didepan Vanya yang sedang mematung.

Pria itu kini tengah bertumpu lutut, mengambil oksigen sebanyak-banyaknya dan mencoba meminimalisir rasa capek nya yang merupakan efek dari berlari.

Juna kini menatap Vanya. Entah mengapa, pandangan pria itu seakan tengah bersyukur masih bisa menemui Vanya. Ditengah dadanya yang naik turun ngos-ngosan, pria itu secara tiba-tiba memeluk Vanya.

Sedangkan Vanya? Dia masih saja diam terpaku dan terkejut. Ia masih mencerna apa yang baru saja terjadi. Juna? Ada di depannya dan memeluknya? Bagaimana pria ini bisa tahu?.

"J-Juna? Lu ngapain disini?" Ucap Vanya masih dalam dekapan Juna.

Pria itu melepas pelukannya, "Lu sendiri? Lu ngapain disini Van?"

Vanya terdiam.

"Lu fikir dengan lu pergi masalah bisa selesai? Lu fikir dengan lu menjauh dari gua hubungan kita bisa berakhir?" Ucap Juna masih dengan ngos-ngosan.

"Hubungan kita emang udah berakhir Jun! Plis, pergi dari sini!" Ucap Vanya seraya mendorong tubuh Juna pelan.

Namun pria itu tak gentar, ia malah memajukan badannya.

"Plis kasih gua kesempatan kedua Van! Plis jangan pergi dari gua Van" Ucap Juna memelas.

Vanya menggeleng, "Gua udah ngasih lu kesempatan Jun! Bahkan lebih dari dua kali, tapi... lu selalu menyia-nyiakan itu dan kembali memilih Putri dan makin membuat luka dihati gua semakin dalam"

"Lagi pula kepergian gua ini bukan karna gua kabur dan lari dari masalah. Cuma gua mau mencari kebahagiaan gua dan mencoba untuk gak berhubungan lagi sama lu dan Putri" Lanjut Vanya.

Juna kembali memelas, "Tapi kebahagiaan gua ada sama lu Van. Gua sadar, gua sadar kalau kebahagiaan gua bukan Putri tapi lu Van... plis jangan tinggalin gua"

Vanya menatap Juna dengan emosi, "Lu baru sadar? Setelah 3 tahun lu baru sadar sekarang? Kenapa Jun? Kenapa selama ini lu gak pernah sekali pun menoleh ke arah gua? Dan baru menyesal setelah semua ini?"

Antagonist Revenge Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang