(+)Empat Puluh Satu

12.4K 832 6
                                        

"Adrian!! Tolong jaga kasir sebentar!"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Adrian!! Tolong jaga kasir sebentar!"

Adrian kembali berdecak sesudah mendengar perintah yang baru saja ditunjukkan kepadanya. Belum juga selesai dia mengerjakan satu pekerjaan, sudah datang pekerjaan yang lain. Kalau begini kapan dia bisa beristirahat?. 

Dengan langkah yang sedikit terpaksa dan dengan mendengus sebal, Adrian keluar dari dapur resto dan mendekati kasir. Tangannya sudah berada tepat didepan monitor, bersiap untuk mencatat apapun yang pelanggannya ini inginkan. 

Sembari menunduk Adrian bertanya, "Mau pesan apa?"

"Pesan waktu lu sebentar bisa?" Ucapan itu sukses memindahkan atensi Adrian dari monitor ke arah depan. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat siapa yang menjadi pelanggannya kali ini. 

"Juna?"

-

-

-

"Minum dulu"

Setelah izin dan memohon sekuat tenaga kepada atasannya, akhirnya Adrian dipersilahkan untuk mengambil istirahat beberapa jam. 

Sekarang mereka sudah keluar dari resto dan berada di rumahnya. Beberapa menit yang lalu, Juna tiba-tiba saja datang ke resto tempat ia bekerja dan meminta bertemu. Hal itu sukses membuat Adrian terkejut, pasalnya ia tak punya urusan apapun lagi dengan Juna dan ia juga sudah jarang bertemu dengan pria ini semenjak kejadian di ulang tahun Putri. 

Juna mengambil gelas itu, "Makasih" Ucapnya seraya mulai menyeruput kopi panas yang disajikan Adrian. 

Adrian mengangguk dan tersenyum kecil, matanya kini menatap Juna dengan sangat lekat, memperhatikan setiap detail gerakan yang dilakukan Juna. 

Matanya kini beralih kearah sebuah luka kecil di ujung bibirnya, juga ada beberapa luka lebam di pergelangan tangannya. Hal ini sungguh aneh, karna dia bersaksi kalau Juna bukanlah tipe orang yang mudah untuk dibuat babak belur seperti ini, Adrian sendiri yang merasakan bagaimana perihnya tinjuan Juna. Tapi kenapa bisa sekarang ia memiliki banyak luka dan lebam. 

"Kopinya pait" Kritik Juna setelah menyuruput sedikit kopi itu. 

Adrian terkekeh, "Gula dirumah gua abis, adanya cuma kopi item doang hehe"

Juna mengangguk, "Gapapa, lagian tujuan gua kesini bukan buat minta minum sama lu"

Kini Juna menatap Adrian. 

Antagonist Revenge Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang