[follow dulu sebelum membaca]
-selesai-
Widya memiliki hobi yang sama dengan kebanyakan wanita remaja pada umumnya, ia sangat suka dengan hal berbau romantis termasuk novel romantis. Suatu hari, sahabatnya merekomendasikan sebuah novel yang sedang h...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Gimana? Semuanya udah kelar?"
Juna menoleh saat ada suara yang mengganggu ketenangannya dan mendapati Adrian tengah bersandar di mobil kesayangannya.
Juna mengangguk, "Udah, semuanya udah aman"
Adrian kemudian tersenyum lega. Dengan segera ia mengubah posisinya dari bersandar menjadi tegap dan mendekati Juna.
"Gua udah siapin rumah buat bu Ayu, tapi gua gak sempet buat nganterin dia lu bisa?" Ucap Juna menatap Adrian.
Kini Adrian menatap kearah langit, tengah menimang-menimang tentang perkataan Juna. Sebenernya dia tak ada kesibukan apapun setelah ini, cuma akan terlihat cukup malu kalau ia langsung menyetujuinya. Begini-begini Adrian ingin terlihat sibuk juga, walaupun cuma pura-pura sibuk.
"Emm... boleh deh, gampang itu mah" Ucap Adrian seraya tersenyum.
Juna mengangguk, "Makasih ya men" Ucap Juna seraya menepuk pundak Adrian, menyisakan ekspresi penuh tanya kini memenuhi wajah Adrian.
"Buat?" Ucapnya.
"Buat ngasih tau gua tentang semua ini" Lanjut Juna.
Kini Adrian ber-oh ria sembari menganggukkan kepalanya.
"Harusnya gua yang makasih Jun. Lu udah ngebantu gua ngerjain tugas yang Vanya kasih" Ucap Adrian.
Kini giliran Juna yang kebingungan, "Tugas?"
Adrian mengangguk, "Jadi, sehari sebelum dia pergi ke London, dia ngasih semua bukti ini sama gua dan minta supaya meluruskan kesalahan pahaman ini" Jelas Adrian.
"Dan sekarang tugas gua udah selesai" Ucap Adrian seraya tersenyum sumringah.
Juna terkekeh, "Dan sekarang lu bersyukur dengan apa yang terjadi sama gua sekarang"
Adrian mengangguk, "Lu bener, gua pengen banget sekarang nunjukin kalo lu udah kehilangan harta karun dari hidup lu"
Juna turut mengangguk, namun kepalanya berangsur turun dan menunduk.
"Lu bener Yan, gua udah kehilangan harta karun di hidup gua. Dan gua pengen minta maaf sama Vanya"
Kini Juna menatap Adrian dengan sendu.
"Gua mau ketemu sama dia, walau sebentar. Walaupun kayanya kesempatan gua buat jadi tunangan gua udah gak ada, tapi setidaknya gua mau minta maaf langsung sama dia" Ucap Juna sembari menahan tangisnya.