"Vape tuh ada yang rasa makanan gak?"
"Ada lah. Pernah liat rasa popcorn karamel, tapi gua gak minat."
"Oohh kalau rasa gulai kambing gitu ada gak?"
Yoongi langsung melirik tajam ke arah Pio yang dengan polosnya ngasih pertanyaan konyol kayak gitu.
"Itu mah mending dimakan beneran," sahut Jebi.
Diantara mereka berempat, cuma Ravi yang beralih ke vape. Yang lain masih setia pada gulungan nikotin perusak paru. Vape juga ngerusak sebenarnya, cuma beda bau.
Seharian ini, Yoongi udah habis dua batang. Tergolong sedikit dibanding yang lain, kan ada aja tuh yang ngebul terus kayak cerobong asap pabrik. Walaupun sebenarnya Yoongi ngerasa bersalah setiap ngerokok lebih banyak daripada biasanya, karena inget Jiae terus, tapi dia gak punya pilihan lain. Daripada mabok, mending ngerokok aja.
Omong-omong soal Jiae, kayaknya Yoongi lagi kena karma deh. Udah beberapa hari ini chatnya dianggurin, bahkan dibaca aja enggak.
"Bro, besok kita berangkat sorean ya. Kayaknya kita semobil berdua bawa barang, Bang Leo sama crew lain," kata Ravi.
"Gua mau mampir ke Jiae dulu bentar, gapapa?" tanya Yoongi.
"Santuy."
"Ohiya, Jiae apa kabar?" tanya Pio.
"Baik."
"Beruntung banget ya jadi Yoongi, punya pacar sepengertian Jiae. Tips dong, pernah ngelakuin amalan apa?"
Yoongi cuma nyengir sambil melihat layar ponselnya. Ada satu notifikasi masuk.
Flo:
Thanks a lot ya yoongi
Sorry kemarin ngerepotin banget
Pesan itu sengaja Yoongi diamkan. Dia cuma meriksa dari notification bar, nanti aja lah dibukanya. Lagipula dia nunggu kabar dari Jiae, bukan chat soal kerjaan.
Oh, tentang Flo kemarin itu akhirnya dihandle langsung sama Leo. Syukur deh, Yoongi jadi gak harus kerja dua kali. Kalau boleh jujur, jadi agak males juga ketemu sama Flo. Semalam cewek itu ngehubungin Yoongi karena katanya ada file foto yang gak bisa dibuka, jadilah Yoongi ngirim ulang. Pokoknya makin lama tuh kayak makin ada-ada aja kelakuan perempuan yang satu itu.
LINE!
Jiae:
Kabarin aja jam berapanya
Here she is.
Yoongi langsung membuka pesan masuk dari Jiae, berniat untuk membalasnya. "Vi, besok sorenya jam berapa kira-kira?" tanyanya.
"Jaaamm... abis Ashar kali ya? Jam 4?" jawab Ravi. "Kenapa? Cewek lo nanyain?"
Yoongi ngangguk.
"Yaudah bilang aja jam 4 gitu."
Alih-alih membalas lewat ketikan, Yoongi malah memencet logo telepon di pojok kanan atas ruang obrolan. Ia menjauh beberapa meter dari yang lain. Tak butuh waktu lama, ia tersambung dengan Jiae di ujung sana.
"Halo, Yoon?"
"Ji, aku kesana jam 4 besok."
"Kamu semobil berapa orang?"
"Berdua doang sama Ravi, kru lain di mobil satunya."
"Oke."
"Iya."
"Yoon..."
Yoongi membiarkan Jiae melanjutkan kalimatnya.
"Kamu di Kampus ya? Hati-hati pulangnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
The Guy Next Door
FanfictionKalau kata pepatah, "Jodoh gak kemana". Sekarang pertanyaannya, doi mau gak sama lo? •spin off The GooGooBom• Biar gak bingung, bisa lirik-lirik buku sebelah dulu. Mulai chapter 13, 20, dan beberapa chapter intermezzo💫
