10. Sabar ya Njun:(

1.1K 111 1
                                        


Happy reading semuanya:)

Seperti percakapan mereka tadi pagi, di sinilah mereka sekarang. Di sebuah restoran mewah yang menjadi tempat pertemuan para CEO.

Lucas, Mark, Hendery, Dejun, Jeno, Jaemin, Haechan, Jisung, dan Chenle berjalan dibelakang orang tua mereka yang saat ini sedang sibuk menyapa rekan kerja. Sekedar basa basi.

“Kagak ada gunanya kita di sini kayaknya. Dari tadi diem ngikutin orang tua kita, udah kayak peliharaan ngikutin majikannya.”celetuk Haechan yang sudah bosan hanya mengikuti kedua orang tuanya berjalan menyapa rekan kerja mereka.

“Tau nih. Mana pakaiannya formal gini lagi, bukan gaya gue.”sahut Jaemin.

“Bosen gue balik yuk.”ajak Jeno yang langsung mendapatkan lirikan tajam dari Sejeong.

“Ehe… bercanda doang mah.”ujar Jeno tersenyum menatap kearah Sejeong.

“Awas kalian kalo berani kabur, potong uang jajan!”ancam Wendy yang langsung diangguki oleh Jisoo, Rose, dan Sejeong.

Mendengar ancaman ibu mereka yang tergolong mengerikan karena membawa bawa uang jajan, membuat mereka semua langsung terdiam.

Para bapak bapak yang melihat adegan itu hanya menggelengkan kepalanya.

“Jaehyun apa kabar?” Yang dipanggil Jaehyun, tapi yang nengok mereka semua.

Mereka semua menatap seorang pria dengan pakaian rapi dan juga seorang wanita dan juga seorang remaja cowok yang membuat Lucas dkk kaget.

“Renjun.”ucap mereka semua berbarengan kecuali Jisung dan Chenle yang belum mengenal siapa itu Renjun. Maklum mereka kan masih SMP.

“Eum… Hai.”sapa Renjun tersenyum canggung menatap teman sekelas dan kakak kelasnya itu.

“Kamu kenal?”tanya Taehyung. Ya, orang yang menyapa Jaehyun tadi adalah Taehyung.

“Mereka teman sekolah Injun pah.”jawab Renjun yang diangguki oleh Taehyung.

“Gak nyangka, ternyata anak kita satu sekolah.”ujar Taehyung yang langsung mendapatkan anggukan dari keempat kepala keluarga itu.

“Hahaha… Iya, btw gimana kabar elo?”tanya Johnny mengulurkan tangannya.

Taehyung tersenyum dan menerima uluran tangan Johnny. “Baik kok. Kalian sendiri?”

“Kami baik, dan maaf gak sempet hadir waktu pemakaman Yerin.”ujar Doyoung yang hanya diangguki oleh Taehyung. Sementara Renjun yang mendengar nama ibunya di sebut menghela napas, rasa rindu yang ia rasakan kembali datang.

Taehyung melirik dari ekor matanya dan mendapati raut wajah sedih dari putranya itu mengelus lembut puncak kepala putranya.

Renjun yang mendapatkan perlakuan itu, langsung menatap kearah Taehyung yang kini tersenyum lembut menatapnya.

“Mama udah tenang. Gak usah sedih gitu.” Renjun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis.

“Kak Sowon, aku denger kamu baru buka butik baru ya?”tanya Rose menatap kearah wanita yang berada di samping kiri Renjun. Sedangkan Taehyung ada di samping kanan Renjun.

Sowon menganggukkan kepalanya dan tersenyum menatap teman dari adik nya itu. “Iya Rose. Kapan kapan kalian harus datang dan lihat lihat koleksi baju di butik aku lho.”

“Bukan cuma lihat lihat, malah sekalian beli nanti.”timpal Jisoo yang langsung mendapatkan anggukan semangat dari Wendy dan Sejeong.

“Bener tuh apa kata Jisoo.”

Beautiful Path (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang