18. Kumpul Bareng

720 85 4
                                        

Happy reading semuanya:)
Typoooo bertebaran yeyyy:)


Sanha baru saja akan melangkahkan kakinya memasuki gudang rumahnya. Ia baru saja ingin mencari barang barang semasa kecilnya. Langkah kakinya sontak terhenti saat mendengar ada orang yang sedang mengobrol.

Rasa penasaran menyelimuti hatinya, ia mendekatkan telinganya ke pintu gudang guna mendengarkan percakapan orang yang ada di dalam gudang.

“Bagaimana sudah ada hasil belum?”

“Belum tuan, sampai saat ini kami belum bisa menemukannya.”

“Bodoh kalian! Lima belas tahun sudah berlalu, tapi kalian sama sekali belum menemukan hasil apa pun?! Apa pekerjaan kalian selama ini!”

“Maaf tuan. Kami semua sudah berupaya untuk mencarinya, tapi keberadaannya seolah hilang ditelan bumi tuan.”

“Dasar bodoh! Sia sia kami menggaji kalian, jika pekerjaan kalian seperti ini.”

“Sekali lagi kami minta maaf tuan, nyonya. Kami akan berusaha untuk mencari keberadaannya.”

“Harus! Jangan sampai keluarga Azaky yang lebih dulu mengetahui keberadaannya! Dia adalah kunci dari semua ini.”

“Baik tuan.”

“Pergi kalian!”

Mendengar suara langkah kaki mendekat, Sanha langsung berlari dan bersembunyi di sebelah pohon yang berada tak jauh dari gudang. Tak lama kemudian Sanha melihat beberapa orang keluar dari gudang di susul kedua orang tuanya.

Setelah memastikan orang orang itu dan kedua orangtuanya pergi menjauh, Sanha keluar dari tempat persembunyiannya. Ia menyenderkan tubuhnya di pohon dan memejamkan matanya. Entah kenapa ia merasa ada hal yang janggal dengan kedua orang tuanya itu.

“Azaky? Kenapa papi sama mami ngomongin Azaky? Siapa Azaky?”monolog Sanha.

“Gue harus minta bantuan Soobin buat cari tahu siapa itu Azaky dan hubungannya sama keluarga gue.”

                             ✨✨✨

Sementara itu di ruang tengah rumah Jeno sedang ramai karena kedatangan sebagian anak geng zeus dan aprodhit, jangan lupakan juga Renjun yang ada diantara mereka sibuk dengan soal soal matematika bersama dengan Mark dan Jeno.

“WOI JIN! PUNYA GUE ITU!”teriak Haechan tak terima makanannya diambil oleh Hyunjin.

“Bagi elah, pelit amat sih elo!”ucap Hyunjin mengembalikan cemilan milik Haechan.

“Beli sendiri bangke!”

“Ribut mulu sih elo berdua! Gak lihat apa itu saudara kembar gue lagi berusaha belajar buat olimpiade nanti.”celetuk Jaemin yang lagi main game online bareng sama Baejin, Sungchan, Shotaro, dan Sunwoo.

“Ehe, maaf ya Jen, bang Mark, Njun.”ujar Hyunjin yang tak mendapatkan respon apapun dari ketiga orang yang sibuk menyelesaikan soal soal matematika itu. Saking fokusnya mereka tuh.

“Njun, jangan fokus fokus. Nih minum dulu.”ujar Somi memberikan susu kotak pisang kesukaan Renjun.

“Thanks Som, taroh aja.”balas Renjun dengan perhatian yang masih tertuju dengan soal soal matematika itu.

“Gila! Pusing banget gue! Gue nyerah deh, nih gue udah kerjain sampe nomor delapan belas. Tinggal sepuluh soal yang belum.”ujar Jeno membanting pulpen nya keatas meja kemudian mengacak acak rambutnya.

“Kesian amat elo Jen. Sini mabar bareng kita.”ajak Felix yang langsung diangguki oleh Haechan, Yangyang, dan Eric.

“Kuy lah.”ucap Jeno duduk di dekat Haechan dan bersiap untuk mabar game online.

Beautiful Path (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang