12. Sanha

960 98 6
                                        

Aku mau minta maaf, pasti waktu hari Senin ada notif cerita ini update, tapi pas kalian mau buka gak bisa, aku minta maaf ya, waktu itu aku gak sengaja publis:(

Padahalkan cerita belum selesai:(

Maaf ya:'(

Happy reading semuanya:)




Sanha melangkah Kakinya memasuki rumah mewah dan megah milik kedua orang tua angkatnya itu. Ya, Sanha adalah anak adopsi.

Saat usianya delapan tahun, kedua orang tua angkatnya membawanya dari panti asuhan dan merawatnya.

Jika kalian berpikir kehidupan Sanha akan penuh dengan kebahagiaan karena memiliki orang tua lengkap? Kalian salah, karena nyatanya kehidupan Sanha tak jauh berbeda dari Renjun. Bedanya Taehyung adalah orang tua kandung Renjun.

Langkah kaki Sanha terhenti saat menatap saudari tirinya Siyeon, yang sedang asyik menonton televisi bersama dengan Eunha, mami tirinya.

"Dari mana saja kamu?"tanya Eunha menatap tajam kearah Sanha yang masih berdiri dengan wajah datar menatap kearah kedua orang wanita yang sedang menatapnya.

"Apa urusannya dengan anda? Saya rasa tidak ada."jawab Sanha berjalan pergi meninggalkan kedua orang itu.

Siyeon berdecih, "Gak sopan banget sih elo! Pantes orang tua elo ngebuang elo!"

Sanha menghentikan langkahnya saat akan menaiki tangga. Kedua tangannya terkepal kuat menahan amarah yang sekarang mungkin sudah siap meledak.

Orang tua kandungnya adalah topik yang sangat sensitif baginya. Tak boleh ada yang mengungkit masa lalunya dan orang tuanya. Bahkan keluarga tirinya ini.

"Lalu bagaimana dengan anda?"ujar Sanha.

Siyeon menyerngit bingung. "Maksud elo?"

Sanha membalikkan tubuhnya dan menatap Siyeon yang juga menatapnya dengan tatapan bingung.

"Ya. Bagaimana dengan anda yang rela mengejar seseorang sampai membuat nyawa orang lain menghilang."jawab Sanha dingin.

"Jangan pikir saya tidak tahu semua rencana licik yang ada di otak anda itu." Setelah mengatakan itu, Sanha kembali berjalan menuju kamarnya meninggalkan Siyeon yang sedang menahan amarah kekesalan mendengar ucapan Sanha.

"Tenang ya sayang, dia gak bakal bongkar ini semua ke siapapun."ujar Eunha mengelus rambut Siyeon untuk menenangkan putri kesayangannya itu.

"Tapi mih, gimana kalo Sanha tahu apa yang aku lakukan sama si cupu itu!"ujar Siyeon cemas.

Eunha tersenyum tipis. "Kamu tenang aja sayang, kalo sampai Sanha tahu, mami dan papi yang akan bereskan semuanya. Kamu gak usah khawatir ya."

Sanha hanya tersenyum kecut melihat bagaimana Eunha yang terlalu memanjakan Siyeon, bahkan wanita itu rela membayar orang untuk memenuhi semua keinginan tak masuk akal dari Siyeon hanya karena seorang cowok.

Setelah merasa muak melihat semua adegan itu, Sanha langsung berjalan masuk ke dalam rumahnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang miliknya.

Kamar dengan nuansa warna coklat muda ini menjadi tempat paling nyaman bagi Sanha di rumah ini. Ia melihat ke samping dimana sebuah foto dua orang anak laki laki berusia lima tahun tersenyum bersama menatap kearah kamera dengan latar sebuah bangunan panti asuhan.

Anak laki laki itu adalah Sanha dan Renjun.

Ya. Sanha sudah lama berteman dengan Renjun. Sanha tersenyum saat mengingat kenangan pertemuan pertamanya dengan Renjun.

Beautiful Path (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang