39. Pergi atau Bertahan?

1.4K 72 13
                                        

Happy reading semuanya:)

Aku kembali lagi~






















Waktu terus berlalu semenjak kejadian itu. Semua sudah mulai membaik, atau mungkin mencoba untuk membaik. Mereka masih menunggu seseorang yang saat ini masih terlelap dalam mimpinya.

Renjun. Cowok itu masih betah untuk menutup matanya, ia masih belum mau membuka matanya dan menatap indah dunianya.

Jaehyun dan Rose senantiasa ada di sampingnya menceritakan semua hal mereka lalui pada Renjun. Lucas dan Hendery juga ikut bercerita pada Renjun meskipun tak mendapatkan balasan apapun darinya.

Teman temannya juga rutin datang mengunjunginya sepulang sekolah tanpa lelah. Mereka selalu berdoa agar Renjun segera membuka matanya kembali.

Tanpa mereka sadari, Renjun sudah melakukan tidur panjangnya selama tiga bulan. Selama itu banyak detik, menit, jam dan hari yang berlalu tanpa kehadirannya. Mereka semua masih setia di samping Renjun dan berdoa agar, pemilik mata rubah itu segera membuka matanya.

"Sampai kapan kamu mau menutup mata sayang? Gak mau apa ketemu sama bunda?"tanya Rose yang sudah sudah ke berapa kalinya. Wanita itu mengelus lembut pipi Renjun yang mulai menirus. Jaehyun, Hendery, dan Lucas yang duduk di sofa ruang rawat Renjun hanya dapat tersenyum kecut.

Ini sudah lama, tapi kondisi Renjun tak menunjukkan adanya peningkatan. Malah penurunan yang mereka dapatkan. Rasa putus asa mulai menghantui mereka mengingat kondisi Renjun sekarang yang tak menunjukkan peningkatan apapun.

"Apa Renjun bakal milih buat ninggalin kita bun, yah? Dery belum bilang kalo Dery sayang sama Renjun."ucap Hendery menatap wajah pucat adiknya itu. Setiap hari wajah adiknya semakin pucat membuatnya takut.

"Kamu jangan ngomong gitu dong Der, bunda percaya kok Renjun pasti bangun. Bunda yakin itu."ucap Rose menatap kearah Dery yang duduk di sofa bagian kanan ranjang Renjun, sedangkan ia ada di bagian kiri.

Hadap hadapan gitu lho mereka:).

"Yah, gimana kalo kita putar video yang dikasih om Tae. Siapa tau dengan video itu Renjun bisa cepet sadar."usul Lucas yang langsung mendapatkan anggukan setuju dari Jaehyun.

"Boleh juga usul kamu Cas, menurut kamu gimana sayang?" Jaehyun menatap ke arah Rose, meminta pendapat.

"Lakukan apapun yang bisa bikin Renjun sadar Jae."jawab Rose. Jaehyun langsung mengambil laptopnya dan berjalan mendekati ranjang Renjun, diikuti oleh kedua anak kembarnya itu.

Jaehyun meletakkan laptopnya di atas Renjun dan mulai menekan play pada salah satu video yang ada di file nya. Video yang sempat Taehyung kirimkan padanya.

Video itu memperlihatkan Taehyung yang mengenakan kemaja putih yang tengah tersenyum hangat kearah kamera yang mulai merekamnya.

"Udah mulai kan ya?"tanya Taehyung menatap kearah kamera.

"Hai Injun anak papa, kamu apa kabar sayang? Kamu baik baik aja kan di sana gak ada papa? Kalo kamu nonton video ini, berarti papa udah gak bisa ada di samping kamu lagi sayang. Maafin papa karena papa gak bisa nepatin janji papa buat selalu ada sama kamu. Papa gak bisa ada di samping kamu saat kamu pakai jas dokter pertama kalinya. Maafin papa ya sayang. Papa belum bisa jadi papa yang baik buat kamu. Papa belum bisa bahagiain kamu, papa gagal jadi papa yang baik buat kamu."ucap Taehyung menghapus air mata yang mengalir di pipinya.

Pria itu tersenyum dan melanjutkan ucapannya, "Sayang, perlu kamu tau satu hal. Kamu adalah hadiah terindah yang pernah papa miliki. Hadirnya kamu dalam hidup papa dan mama ngebuat semuanya sempurna. Kamu anugerah terindah yang Tuhan kasih ke mama sama papa. Kamu tahu saat kamu hadir, mama kamu sangat bahagia. Mama kamu terus tersenyum sambil menatap kamu. Tiada hari tanpa senyuman mama kamu. Dan itu buat papa merasa bahagia. Kamu dan mama kamu adalah anugerah yang Tuhan berikan buat papa, anugerah yang membuat papa ngerasa bahagia dan sempurna."

Beautiful Path (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang