Happy reading semuanya:)
Typo adalah sebuah seni:')
Buka multimedia nya ya:) untuk kalian semua yang lagi dalam kondisi buruk, semangat ya:)
Kalo butuh teman cerita bisa ke aku, aku sering jadi buku harian buat orang lain, dan kalo kalian khawatir aku bakal sebar itu, gak usah khawatir...
Karena aku tipe orang yang tahu mana batasannya:)
"LUCAS, DERY, JAEHYUN, PAPA!!! ITU MAKANAN JANGAN DILEMPAR LEMPAR!!" teriakan menggelegar dari nyonya Jessica menghentikan aksi keempat orang yang sedang melemparkan kentang goreng. Gak tahu gimana awal mulanya bisa terjadi acara lempar melempar kentang goreng. Author aja bingung:(
Sementara itu, Rose hanya tersenyum tipis melihat tingkah kedua anaknya, suami dan ayah mertuanya itu. Ia sedikit bersyukur karena Renjun tak ikut ikutan dalam aksi 'mari melempar kentang goreng'. Anak itu sedari tadi asyik menonton tayangan moomin di televisi dengan boneka moomin di pelukannya dan kentang goreng yang masih aman di depannya. Ia duduk di karpet, dibawah Lucas, Hendery, Jaehyun, dan Yunho.
"KALIAN INI SUDAH DEWASA, TAPI KELAKUANNYA KAYAK BOCAH!!! LIHAT ITU RENJUN YANG LEBIH MUDA DARI KALIAN AJA ANTENG!!! MASA KALIAN YANG UDAH GEDE MALAH KAYAK BOCAH?!! GAK MALU SAMA OTOT KALIAN HAH?!!" Kekesalan nyonya Jessica masih berlanjut membuat keempat orang itu menundukkan kepalanya. Persis kayak anak kecil yang lagi dimarahin sama emaknya gara gara mecahin piring:v.
"Udah mah tenang, jangan emosi terus mending sekarang mama duduk."ucap Rose menenangkan ibu mertuanya itu.
"Maaf mah/nek."ucap keempat orang itu kompak.
Jessica hanya memutar bola matanya malas dan beralih menatap Renjun yang masih asyik dengan televisinya. Tatapan mata yang tadinya tajam, berangsur melembut saat menatap Renjun.
"Kenapa nek?"tanya Renjun yang menyadari kalo dirinya ditatap lama oleh sang nenek.
Jessica menggelengkan kepalanya. Ia tersenyum lembut. "Gak papa Njun, gih lanjut nonton."
Renjun hanya menganggukkan kepalanya dan kembali menonton moomin nya. Ia tak mau melewatkan sedikitpun kartun kesukaannya itu.
Lucas dan Hendery menatap malas kearah layar televisi. Kedua anak kembar itu bosan menatap kearah layar televisi yang sudah dari setengah jam yang lalu menampilkan kartun.
"Ck, apa bagusnya sih tuh sapi gembrot!"guman Lucas.
"Tau tuh! Bosen gue nonton sapi albino!"imbuh Hendery.
Renjun yang pendengaran sangat sensitif jika menyangkut kesayangannya itu langsung menatap tajam kearah Lucas dan Hendery yang duduk di sofa di belakangnya.
Lucas dan Hendery hanya menyengir bodoh saat mendapati tatapan tajam dari Renjun itu. Kedua anak kembar itu kompak mengacungkan jari tengah dan jari telunjuknya membentuk huruf V.
"Ampun Njun." Renjun menatap sinis kearah keduanya dan langsung kembali menonton kembali kesayangannya itu. Renjun gak mau ketinggalan moomin cuma karena ngeladenin dua orang itu.
Setelah itu ruang keluarga hening. Hanya ada suara dari televisi yang mengisi keheningan. Tak berapa lama kemudian acara kesayangan Renjun selesai. Renjun berdiri dan menunduk dirinya di sofa sebelah Lucas. Sofa tempat Jessica dan Rose duduk. Ia duduk diantara dua wanita itu.
"Ayah Jae, bisa hubungi nomor papa gak?"tanya Renjun menatap kearah Jaehyun yang sedang bermain ponsel.
Jaehyun yang mendengar pertanyaan Renjun langsung mengalihkan pandangannya. Ia menatap kearah Renjun. Dapat Jaehyun lihat, raut wajah khawatir yang sangat kentara. Bukan hanya Jaehyun yang melihatnya, Rose, Jessica, Yunho, Lucas, dan Hendery juga melihatnya. Itulah yang menjadi alasan mereka mengajak Renjun menonton moomin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Path (End)
FanfictionJaehyun dan Rose yang harus kehilangan putra bungsu mereka karena penculikan yang terjadi lima belas tahun lalu. Mereka berdua berusaha mencari tahu keberadaan anak mereka, dibantu oleh Doyoung, Taeyong, dan Johnny. Jangan lupakan juga Lucas dan Hen...
