Epilog : Beautiful Path

1.6K 82 10
                                        

Hai kalian:)

Happy reading:)

Part terakhir~~~

Typoooonya bertebaran~~~














Hari demi hari telah terlewati, sudah tiga tahun semenjak kejadian itu. Kini mereka semua mulai kembali menata ulang jalan cerita. Tak ada lagi tangis kesedihan dan rasa takut karena berpisah dengan orang tersayang.

Semuanya mulai membaik, yang salah mendapatkan hukuman dan baik benar merasakan kebahagiaannya.

~~~~~




"BANG LUCAS!!! BALIKIN LAPTOP ADEK!!!

"BENTAR DEK, ABANG PINJEM BENTAR."

"GAK YA! ADEK MAU NGERJAIN TUGAS DARI PAK SEHUN BALIKIN!"

"ADEK GAK BOLEH PELIT SAMA ABANG, ABANG PINJEM BENTAR BUAT NONTON."

"GAK MAU!!!"

"WOYYY BERISIK! GUE MAU TIDUR NIH!"teriak Hendery dari dalam kamar. Dirinya sedang asyik-asyiknya mimpi ngedate sama Yeri red velvet malah kebangun gara-gara teriakan Lucas dan Renjun.

"LO JUGA BERISIK KADAL!"balas Lucas ikut berteriak.

"DIEM LO BEKANTAN! LO TUH YANG BERISIK!" Hendery tak mau kalah. Ia keluar dari dalam kamar dan menghampiri kamar Lucas yang berada di sampingnya. Di sana dia juga melihat Renjun yang tengah memberengut kesal dengan tangan yang membawa buku tebal.

"Berisik banget sih lo berdua! Gue lagi asyik-asyiknya mimpi ngedate sama Yeri red velvet jadi buyar gara-gara kalian!"kesal Hendery mendudukkan tubuhnya di sofa yang ada di kamar Lucas.

"Bang Lucas tuh! Ngambil laptop adek!" Renjun mengadu pada Hendery. Ia ikut duduk di samping Hendery, sementara Lucas duduk di atas kasur.

"Ya ampun dek, Abang kan cuma minjem bentaran. Buat nonton doang. Boleh ya, adek Abang kan baik."ucap Lucas mencoba merayu Renjun.

Renjun menggeleng. "Gak! Laptopnya mau aku pake buat ngerjain tugas dari Pak Sehun."

"Bentaran doang dek."

"Gak."

"Ya Allah dek, jadi orang itu jangan pelit. Abang pinjem bentaran ya?"

"Sekali gak tetep gak!"

"Ayolah dek."

"Gak bang."

"Dasar anaknya Jaehyun, pelitnya nurun."

Hendery melemparkan bantal sofa kearah Lucas. "Heh! Lo juga anaknya! Yang sopan jadi anak."

"Halah, sok nasehatin. Biasa juga gitu lo."

"Gue lagi tobat Cas, dah balikin itu laptop si adek."

"Iya-iya ini gue balik." Lucas memberikan laptop kepada Renjun.

"Dari tadi kek, jadi gak usah teriak-teriak." Renjun mengelus-elus laptop kesayangannya itu.

"Ada apa nih kok rame banget kayaknya."ucap Rose yang berjalan masuk ke kamar Lucas bersama dengan Jaehyun.

"Eh, ada bunda tercinta dan ayah terlaknat."sapa Lucas sambil menyengir.

Jaehyun melotot kesal. "Ngomong apa kamu tadi?"

"Eh, gak--- gak ngomong apa-apa kok Yah." Lucas kelabakan.

Rose menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah laku anak dan ayah itu. Ia kemudian berjalan mendekati Renjun dan mengelus rambut Renjun.

Beautiful Path (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang