27. Firasat Buruk

916 74 4
                                        

Happy reading semuanya:)

Typoooooo~


“JAHE!!! JAHE!!! JAHE!!!”

Oke guys itu bukan teriakan penjual jahe yang lagi nawarin jahe. Tapi, itu teriakan mama Jessica yang langsung lari masuk kedalam rumah anaknya, ninggalin papa Yunho yang masih di luar rumah sambil geret geret koper.

Sabar ya papa Yunho:)

“Apa sih mah! Brisik! Nanti tetangga protes lagi.”ujar Jaehyun yang baru turun tangga bareng sama Rose.

“Mama.”sapa Rose langsung memeluk mertuanya itu.

“Sayang.”balas Jessica membalas pelukan menantunya itu.

Jessica melepaskan pelukannya dan tersenyum menatap kearah menantu kesayangannya itu. “Penantian kamu akhirnya terbayar sayang. Dia yang hilang akhirnya kembali.”

Rose tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Ia membenarkan ucapan mertuanya itu. Setelah sekian lama menunggu akhirnya anak yang selama ini hilang kembali padanya.

Jaehyun yang mendengar ucapan mamanya itu tersenyum tipis. Ia bersyukur karena anaknya yang telah lama menghilang, bahkan Jaehyun belum pernah melihat wajahnya saat bayi itu akhirnya kembali.

“Mama ini kebiasaan! Kalo seneng pasti papa di tinggal!”gerutu Yunho yang baru saja masuk dan melihat adegan antara ibu mertua dan menantunya itu.

“Diem aja napa sih pah! Hobi banget ngerusak suasana!”balas Jessica menatap kesal kearah suaminya itu.

Yunho tak menanggapi ucapan istrinya itu dan lebih memilih menatap kearah Jaehyun yang berdiri tak jauh dari Jessica dan Rose. “Apa Renjun sudah tahu kebenarannya?”tanya Yunho.

Jaehyun menggeleng. “Belum pah. Jaehyun bakal kasih tahu semuanya, tapi setelah kondisi membaik. Situasinya gak tepat buat kasih tahu Renjun sekarang.”

Yunho mengangguk paham. “Kalo gitu, kamu perketat penjagaan di rumah kamu. Kalo benar Renjun adalah kuncinya, dia pasti dalam bahaya.”

“Iya pah. Jaehyun udah nambah beberapa bodyguard buat jaga keamanan, sekaligus buat ngikutin Renjun dan kedua anak Jaehyun yang lain.” Yunho menganggukkan kepalanya paham. Ia mendudukkan tubuhnya di atas sofa, begitu juga Jaehyun.

“Rose, Lucas sama Dery kemana?”tanya Jessica yang tak melihat kedua cucu kembarnya itu.

“Mereka lagi main pergi, katanya mau beli moomin buat Renjun.”jawab Rose setelah mendudukkan tubuhnya di samping Jaehyun, sedangkan Jessica duduk di samping Yunho.

“Moomin? Apa itu?”tanya Yunho sambil menyerngit bingung.

“Itu loh boneka sapi gendut.”jawab Jaehyun asal yang langsung mendapatkan cubitan di lengannya dari Rose.

“Aduh… sakit sayang.”ringis Jaehyun memegang lengannya yang baru saja dicubit Rose.

“Gak boleh gitu! Nanti kalo Renjun denger, mau kamu dimusuhin sama Renjun. Kata kak Taehyung, Renjun itu gak suka ada yang jelek jelekin moomin kesayangannya.”ucap Rose.

“Oh, jadi cucuku itu suka sama moomin. Nanti kapan kapan mama beliin moomin yang banyak. Sekalian sama pabrik nya kalo perlu.”sahut Jessica.

“Papa denger Renjun sekolah di CHS? Udah punya pacar belum dia?”tanya Yunho kepo dengan kisah percintaan cucunya yang telah lama menghilang itu.

Rose menggelengkan kepalanya. “Gak punya. Kalo kata kak Taehyung, Renjun itu anti sama pacaran. Takut dosa katanya. Makanya waktu itu kak Taehyung sengaja jodohin dia sama anak temannya. Ya biar, Renjun punya teman cewek.”

“Terus gimana?”tanya Jessica ikut ikutan penasaran.

“Ya gak gimana mana. Perjodohannya batal. Karena si cewek itu mutusin buat jadi temannya Renjun aja.”jawab Rose yang membuat kedua mertuanya itu menganggukkan kepalanya paham.



                          ✨✨✨



Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Renjun dan Taehyung saat ini sedang berada di dalam mobil. Taehyung akan mengantar Renjun ke rumah Jaehyun, orang tua kandung Renjun.

“Pesawat papa jam berapa terbangnya?”tanya Renjun memecahkan keheningan yang ada.

“Setengah jam lagi Njun. Nanti kamu di sana baik baik ya, Jangan nyusahin.” Renjun menatap sinis kearah Taehyung. Tak suka mendengar ucapan papanya itu.

“Emang aku nyusahin apa?! Aku itu gak nyusahin ya Pah!”

“Hahaha… iya iya. Anak papa ini gak pernah nyusahin orang. Udah gak usah ngambek gitu.” Taehyung mengelus rambut Renjun dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang stir kemudi mobil.

“Papa, gak usah ke Singapura ya. Biar om Jungkook aja yang ke Singapura.”ucap Renjun kesekian kalinya. Saat di rumah Renjun sudah mengatakan hal itu berulang kali membuat Taehyung kebingungan.

Ada apa dengan anaknya ini? Kenapa tiba tiba dia tidak mau Taehyung pergi???

“Renjun kenapa gak mau papa pergi? papa ada urusan penting lho.”ujar Taehyung menghentikan laju mobilnya dan menatap kearah putranya yang kini menundukkan kepalanya.

Renjun menggelengkan kepalanya. Ia sendiri juga tidak tahu alasan kenapa melarang Taehyung untuk pergi. Padahal Renjun sudah sering ditinggal Taehyung keluar kota atau keluar negeri untuk masalah pekerjaan. Tapi entah kenapa kali ini berbeda, Renjun tak ingin Taehyung pergi. Ia ingin Taehyung tetap di sisinya.

Taehyung menghela nafas melihat Renjun yang terdiam dengan kepala tertunduk. “Injun dengerin papa nya, papa janji papa bakal pulang dengan selamat. Nanti kalo papa mau pulang, papa kasih tahu Injun. Nanti Injun jemput papa di bandara ya.” Taehyung mengangkat dagu anaknya agar mau menatapnya.

Dengan terpaksa Renjun menganggukkan kepalanya. Ia sebenarnya tak rela papanya pergi. Entah kenapa ia merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi jika papanya memaksa untuk pergi. Ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada papanya. Ia sangat menyayangi Taehyung.

Taehyung kaget saat melihat mata anaknya sudah berkaca kaca. Dengan segera ia mengelus pipi anaknya itu. “Kamu kenapa sih Njun? Papa janji bakal pulang kok sayang.”

“Janji ya pah.” Taehyung menganggukkan kepalanya.

“Iya sayang.”














TBC dulu guys:)

Pendek? Tau kok cuma 830 an kata:(

Telat update? Tau kok, author tau:(

Jadi waktu aku mau update itu, kuota ku abis:(

Dan begonya aku gak langsung beli, malah guling guling dulu sambil meratapi SMS dari operator yang katanya kuota abis:(

Bego nya aku😭😭😭

Dan sekarang aku update setelah sekian lama minta minta dan mohon supaya dikasih buat hospotan dulu sama hp adik ku:)

Iya ini, aku hospotan pake kouta adik ku, kouta dia banyak, aku aja kalah. Katanya sih buat sekolah, eh adik ku malah buat download permainan-_-

"Ya sama kek elo thor, waktu dapet kuota gratis bukannya buat sekolah, malah buat nonton YouTube."- Jeno (-_-)

"Ehehehehehe... jangan buka kartu elah!"- author 😅

Dah dah, skip buat yanh diatas...

Nah, sekarang aku gak tak mau ngetik apa lagi????

Jadi langsung aja ya...

Jangan lupa vote sama komen, jaga kesehatan, 5M jangan kendor, dan tetap semangat

Salam hangat dari author yang lagi rebahan:)

Vote and comment ya~

Beautiful Path (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang