28. Lengkap

890 79 3
                                        

Happy reading semuanya:)

Typoooo~




“Nah, Renjun kamu makan yang banyak ya. Ini nenek sama bunda Rose lho yang masak.”ujar Jessica sambil meletakkan nasi di piring Renjun.

Renjun baru saja datang ke rumah keluarga Azaky dua puluh menit yang lalu dan sudah mendapatkan sambutan hangat. Jangan lupakan Yunho dan Jessica yang selalu disampingnya dan mengobrol banyak hal. Jaehyun dan Rose yang juga tersenyum ramah seakan akan menyambut seseorang yang sudah lama tak bertemu. Jangan lupakan Lucas dan Hendery yang selalu berebut Renjun dengan kakek dan neneknya.

Dan saat ini mereka semua sedang makan malam. Sedari tadi Jessica dan Yunho sudah menawarkan banyak makanan pada Renjun.

“Eh iya nek. Makasih, tapi jangan banyak banyak.”ucap Renjun tak enak. Kesannya gak sopan buat Renjun, masa yang tua malah melayani nya. Ya, Renjun paham kok kalo dia itu tamu, tapi gak segitunya juga kan ya. Kalo kayak gini kan Renjun jadi enak:v.

“Lho kenapa? Kamu gak suka ya sama menu makanannya?”tanya Yunho.

“Renjun mau makan yang lainnya? Biar ayah pesenin.”sahut Jaehyun mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.

“Eh gak usah om.”ujar Renjun sambil menggelengkan kepalanya.

Jaehyun menatap Renjun sendu. Renjun memanggilnya om.

“Panggil ayah sayang kalo manggil Jaehyun dan panggil bunda kalo manggil aku.”ucap Rose yang menyadari tatapan sendu suaminya itu.

Renjun menatap kearah Jaehyun yang masih menatapnya sendu. Entah kenapa hatinya tak tenang melihat tatapan sendu dari Jaehyun itu. Ia tersenyum. “Iya Bunda. Ayah gak usah pesen makanan lagi, ini udah lebih dari cukup. Cuma gak perlu banyak banyak. Takut gak habis.”

Jaehyun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Hatinya menghangat saat mendengar ucapan Renjun itu. Akhirnya setelah sekian lama menunggu, ia bisa mendengar anak bungsunya memanggilnya ayah. Bukan hanya Jaehyun saja yang tersenyum, tapi Rose juga. Ia bahagia saat Renjun memanggilnya bunda dan memakan masakan nya dengan lahap.

“Masakan bunda enak, kayak masakan mama.”puji Renjun tersenyum menatap Rose yang juga tersenyum senang.

“Renjun bisa masak?”tanya Yunho yang langsung mendapatkan anggukan semangat dari Renjun.

“Bisa kakek.”

“Wah nanti kapan kapan kita masak bareng bertiga. Gimana Renjun mau gak?”tanya Jessica antusias.

Renjun mengangguk. “Boleh nek.”

“Njun, habis makan malam main PS kuy.”ajak Lucas yang langsung mendapatkan anggukan dari Renjun.

“Boleh kak.”

“Kalian nanti mainnya jangan lama lama. Inget besok sekolah, awas aja sampe telat! Bunda potong uang jajan kalian!”ancam Rose menatap ketiga anaknya itu.

Lucas, Hendery, dan Renjun hanya mengangguk patuh setelah mendengar ancaman Rose.

“Sudah sudah. Ayo lanjut makan, Rose jangan galak-galak sama cucu ku.”ucap Yunho yang langsung membuat ketiga anak itu tersenyum senang, sedangkan Rose hanya mendengus.

“Kakek yang terbaik.”ucap ketiganya kompak.

Ketiganya kaget dan saling bertatapan sebelum akhirnya tertawa bersama membuat para orang tua yang melihatnya tersenyum bahagia.

Rose tersenyum bahagia melihat keluarganya yang sudah lengkap dengan kehadiran Renjun di tengah tengah mereka. Ia berharap bahwa kebahagiaan ini akan bertahan lama.















Beautiful Path (End)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang