13. Masih Membekas

28.6K 3.2K 392
                                        

•Happy Reading•

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

•Happy Reading•

"Ines, di sini juga ternyata?"

Begitu menoleh, melihat Bian berdiri di sebelah mejanya.

"Eh, ada siapa, nih?" Bian sudah seperti ibu-ibu kompleks ketika mendapati anak perempuannya bersama pria. Matanya melebar, memandang penuh keingintahuan.

Dahi Andra menyerngit, sedikit keheranan akan senyum Bian yang kurang ia mengerti artinya. "Temen kamu, Dek?"

Belum sempat Ines membuka suara, Bian lebih dulu berinisiatif mengenalkan diri. "Saya temennya Ines. " Ia mengulurkan tangannya sambil tersenyum ramah. "Bian."

Andra menyambut uluran tangan Bian tanpa menaruh curiga, mengabaikan tatapan menilainya terang-terangan lelaki itu. "Saya, Andra."

Kini Bian menatap Ines, memasukan kedua tangannya dalam saku celana. "Hito kemana, dek Ines?" Sengaja menekan kata dek dan terkikik geli diakhir panggilan itu. Buru-buru ia mengulum bibirnya, menahan ledakan tawa.

Ines berdecak, mengarahkan garpu yang ia pegang pada Bian.

"Ih, kasar." Bian berjengit mundur, bibirnya mencebik kesal.

"Dek!" tegur Andra halus, ia menurunkan dan membuka kepalan tangan Ines lembut, mengambil alih garpu lalu menaruhnya kembali di atas piring.

"Lemesssss, Kakak, lembut banget mainnya. Idaman ....," Bian terkekeh pelan, menutup mulutnya menggunakan sebelah tangannya dengan gaya kemayu. "Nggak sopan ya Mas Andra yang kayak begitu? Nggak boleh diulangi dek Ines, udah bener gitu nurut.

Kini senyum puas Bian berganti dengan senyum culas. "Hito mana nih, nggak diajak? Biasanya juga ngintilin lo, dek Ines?"

"Wah, kurang bangsat apa lagi bencong bungkus lemper satu ini!" Ines mendelik sekilas pada Bian yang setia memasang senyum tiga jarinya.

Menaikkan kedua bahunya tak acuh, Ines menjawab dengan nada mencibir. "Dia 'kan lagi kencan sama ceweknya, si Auxy itu loh, nggak mungkin dong, lo nggak tahu, secara kalian semua temen deket. Sok-sokan tanya ke gue. Maksudnya apa nih?"

"Tapi buktinya lo bisa kasih gue jawaban, Cint. " Bian bertepuk tangan sekali. "Nggak salah dong gue tanya ke elu."

Bian berdecak samar melihat dari ekor matanya Andra masih anteng. Coba kalau Hito, sudah pasti blingsatan kayak cacing ditabur garam.

Menahan geramannya, senyumannya ia buat selebar mungkin. "Ya kali nggak tahu, pacarnya Hito, kan selebgram. Tinggal scroll story, selesai," jawab Ines sambil menendang kaki Bian, tidak kencang, namun cukup membuat lelali itu berjengit mundur.

"Bener juga, kenapa gue nggak kepikiran kayak gitu ya?" Bian manggut-manggut, mengelus kakinya dengan gerakan samar.  "Terus ini Hito tau lo ada di sini berduaan sama mas Andra?"

Fight for HappinessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang