Ines kira pertemuannya dengan Hito hanya sebatas one night stand kala itu. Namun, ternyata Hito kembali menghubunginya, hingga pertemuan demi pertemuan membuat keduanya kian dekat dan terlibat dalam hubungan friend with benefits.
Lalu, bagaimana jik...
David yang duduk di kursi penumpang samping berdecak lalu menoleh kebelakang. "Betah banget lo, Xy, punya pacar model kayak gini, nih. Bikin ogah banget."
Auxy tertawa kecil. "Udah biasa kok, Kak. Dingin-dingin cuek, makin bikin penasaran gitu."
"Enak juga sama cowok kayak gue Xy, penuh kehangatan. Yang dingin-dingin cuek cuma bisa bikin overthinking samamakanati," ujar David, mengerlingkan sebelah matanya jenaka pada Auxy yang tergelak.
"Entar kalo udah nggak betah, lo sama gue aja udah," lanjutnya.
Hito yang mulai menjalankan mobilnya itu hanya bisa menggeleng tak habis pikir dengan sikap kakaknya. Mencibirnya secara terang-terangan dan mengunggulkan dirinya sendiri.
"Ngapain geleng-geleng? Takut Auxy yang cantiknya kayak gitu gue rebut?"
"Nggak apa-apa kalau emang Auxy juga mau sama lo," jawab Hito sekenanya. Memutar stir kemudi mengikuti arahan GPS yang akan membawa mereka ke Lereng Gunung Merapi.
Tertua belum tentu yang paling dewasa, pria yang berusia sekitaran 24 tahun itu mengomeli adiknya, pantang menyerah mesti tak mendapatkan tanggapan berarti dari Hito.
Ck, adiknya ini memang orang yang membosankan!
Tanpa disadari kakak beradik itu, senyum Auxy luntur seketika, ia melirik sekilas pada Zacky yang masih saja terpejam tak terusik perdebatan yang ada. Membenarkan kacamatanya, Auxy membuang muka ke arah jendela.
Mau sampai kapan Hito seperti itu?!
*****
Seminggu sudah David berada di Jogja, selama itu juga pria itu berhasil menjajah adiknya untuk mengantar sesuai list panjang destinasi wisata yang ingin ia kunjungi.
Mengabaikan semua keluhan Hito dan memaksanya menurut, bukan sesuatu yang sulit. Tinggal ancam saja, "Lo mau ikut apa gue cium?"
Adik manisnya itu pasti langsung menjadi cepat tanggap, berdiri sambil menyambar kunci mobilnya. Meski wajahnya nampak gondok dengan bibir mencebik sebal, siapa peduli? Toh, yang terpenting ia mendapatkan supir pribadi.
Auxy pun turut ikut serta, karena selera mereka yang sama, tak membutuhkan banyak tenaga dan instagramable untuk berfoto.
Berkendara sekitar 35 menit karena kelancaran arus lalu lintas, mobil Jazz putih itu terparkir rapi dengan deretan kendaraan yang lain. Udara dingin dan segar menyambut mereka saat keluar dari mobil dan berjalan memasukki salah satu ikon wisata populer, Kedai Kopi-Merapi.