9. Kecurigaan Mendasar

33.6K 3.5K 293
                                        

Mau dikeluarin kapan nih pemeran cowok tambahan buat Ines?

Auto kelabakan nggak tuh si Hito!

*****

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Happy Reading

"Hito." Mata Auxy memincing, melihat dari atas hingga bawah tubuh Ines. Lalu terseyum miring, merasa gadis di depannya ini masih tidak ada apa-apanya jika dibanding dirinya, hanya sedikit lebih tinggi dan harus ia akui, kulitnya juga lebih putih darinya.

Sedangkan Ines mengerjabkan matanya begitu melihat Auxy secara langsung. Wajah gadis itu kecil dengan kesan Western yang kental. Hidungnya mancung, bulu mata yang lebat. Bibirnya sedikit lebar dan bervolume. Riasannya tebal, nmun semakin mempertajamkan kecantikkannya.

Yang membuat Ines ngeri, warna lipstiknya yang sangat on point, merah merekah. Gaya pakaiannya kekinian dan glamor, mengarah ke kehedon.

Ines tak habis pikir, bagaimana Hito masih bermain bersamanya di belakang gadis secantik ini ?!

Merasa sentuhan, dengan gerakkan cepat Ines bawa tangannya ke belakang punggungnya sebelum Hito menggenggamnya. Matanya melirik pada Hito yang juga sedang menatapnya dengan sebelah alis terangkat lalu menghembuskan napas beratnya.

Hito mengangguk singkat, mengartikan Ines tak usah khawatir,  biar dirinya yang berbicara.

"Kamu ngapain di sini?"

"Jemput pacar aku lah," jawab Auxy. Matanya menatap Ines dengan pandangan menilai. "Nomor kamu kenapa nggak bisa dihubungi dari semalem? Kemana aja?"

Berulang kali reka adegan seperti ini berputar di otaknya, dan saat benar terjadi, ternyata Ines hanya diam tak bergutik. Berdiri gusar di tempatnya dengan degub jantung yang menggila.

Pikirannya sibuk menerka-nerka akan apa yang akan terjadi. Memersiapkan dirinya menerima caci maki, berbagai umpatan dan mungkin yang terparah sebuah gemparan.

Siapa sih yang nggak akan melakukan itu melihat pacarnya bersama perempuan lain dalam satu kamar.

"Habis batrai, baru chass tadi," jawab Hito singkat.

"Kalian?" Nadanya mengambang penuh tanya.

"Xy, i—"

"Aku cuma numpang ke toilet," sambar Ines cepat, ia meringis sungkan pada Auxy. "Udah diujung tadi."

Ines menelan ludahnya susah payah, menekan mati-matian kegugupannya. Ia menoleh ke samping, Hito menatapnya dengan kedua alis bertautan.

"To, makasih ya tumpangan toiletnya. Biar aku coba ketuk lagi kamar Bian," lanjut Ines spontan. Kemudian mengacir pergi setelah mengangguk singkat pada keduanya. Berdoa dalam hati semoga Bian membukakan pintu untuknya.

Fight for HappinessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang