Ines kira pertemuannya dengan Hito hanya sebatas one night stand kala itu. Namun, ternyata Hito kembali menghubunginya, hingga pertemuan demi pertemuan membuat keduanya kian dekat dan terlibat dalam hubungan friend with benefits.
Lalu, bagaimana jik...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
•Happy Reading•
"Oh, jadi ini orang ketiganya dihubungan temen gue?"
Ines yang sedang mengetik balasan pada Hito seketika mengangkat kepalanya, menatap satu persatu gadis yang berdiri terhalang meja di depannya. Auxy dan dua teman selebgramnya, Cessy dan Relin.
Ah, sudah saatnya ternyata?!
Menghembuskan napas pelan, Ines berdiri, matanya melirik sekilas pada Cessy yang sedang merekam menggunakan kamera ponselnya. Ines berdecih dalam hati, Alay.
Kasihan sekali, masa mudanya pasti habis di makan tuntutan instastory.
"Sorry, ada masalah?" Ines menatap tenang ketiga gadis itu, seakan tak mengerti apa maksud kedatangan mereka. Namun denyut jantungnya berdetak tak nyaman.
"Selingkuhannya Hito 'kan, lo?" Relin, kenalan Ari kemaren malam langsung menyudutkan Ines, ia berdecih jijik. "Pelakor!"
"Ck, nggak usah pura-pura! Lo pasti tau tujuan kita ke sini ngapain?" imbuh Cessy.
Semua yang ada di bangku panjang menatap Ines dan ketiga gadis itu bergantian, lalu saling tatap dengan raut wajah bingung.
"Ada apaan, sih?" Ari mewakili yang lain untuk bertanya.
Tak mendapat jawaban. Ari melihat sekitar, semua mata kini berfokus pada mereka. Beberapa orang juga mulai mengambil vidio secara diam-diam. Santapan gosip.
Ari kembali bersuara pada Relin, "Duduk dulu, Rel, diomongin baik-baik, malu diliat banyak orang. Niatnya lo kesini kan mau makan siang bareng."
"Makan siang bareng?" Relin tertawa mengejek. "Gue cuma manfaatin lo buat dapet info tentang pelakor satu ini! Malah bagus juga banyak yang lihat, biar makin banyak orang yang tau gimana gatelnya cewek ini!" Relin menunjuk Ines dengan jari telunjuknya, matamya menatap penuh permusuhan, bibirnya menyeringai puas.
Ines mengarahkan tangan Relin menunjuk ke dirinya sendiri dan tersenyum. "Gini kali yang bener."
"Anjing ya lo!" Relin berteriak dan menggebrak meja tak terima.
Auxy menghela napas kasar, Relin memang orang yang mudah tersulut emosi. Ia menarik tangan Relin agar sedikit mundur berganti dengan dirinya yang maju menghadap di depan gadis yang sepertinya mereka pernah bertemu, entah dimana, ia lupa dan tak berhasil mengingatnya.
"Emang ceweknya Hito yang mana?" tanya Ines, sebelah alisnya menukik dan kedua tangannya bersedekap dada.
"Nggak mungkin lo nggak tau pasangan Auxy-Hito, Se-Jogja pasti tau mereka," ujar Cessy percaya diri.
"Sok ngartis," celetuk Ari, menyindir Relin dan ketiga temannya, tapi ia menghadap ke arah Desy. "Ya nggak, Des?"
Meski Ari dari pelosok, tentu saja ia masih memiliki harga diri sebagai pria. Ia sudah berputar haluan dari fans menjadi haters Relin.