#AdelardoSeries1
Percayalah
"Hidup penuh dengan teka-teki takdir. Tak terduga."
- Diandra Altair
Penasaran? langsung dibaca.
mohon maaf apabila ada kesalahan ini merupakan cerita pertama saya. mohon dimaklumi bahasanya.
mohon maaf apabila ada kesa...
Seorang pria tampan dan gagah dengan tubuh atletisnya. Serta tak lupa kacamata bertengger dihidung mancungnya. Menyeret koper berukuran sedang di tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegang paspor baru tiba di bandara salah satu di Newyork dengan selamat. Matanya menatap lurus kedepan. Menyetop salah satu taksi di sana dan mulai melaju meninggalkan bandara menuju hotel tempatnya menginap sekaligus meeting membahas kerjasama dengan pemilik hotel yang akan ia tempati.
Rafael ke Newyork sendirian. Ia ta membawa sekertaris bersamanya. Merepotkan pikirnya. Memang merepotkan, sekretaris wanita yang nampak selalu menggodanya dengan pakaian minimnya memperlihatkan aset berharganya. Seolah ia akan tertarik dengan pemandangan itu. Tapi ia bukan pria seperti itu di perlihatkan pemandangan indah tersebut akan langsung menatap wanita itu dengan lapar, tapi untuknya jatuhnya ke jijik.
Sudahlah. Setibanya di hotel ia disambut oleh maneger hotel dengan ramah. Sang manager merupakan pria paruh baya memasuki usia sekitar 50 tahunan. Rafael beruntung sang manager seorang pria. Tentu tidak akan mengganggunya.
"Ini kamar tuan. Silakan." Ujar Sang manager dengan bahasa inggrisnya yang kental sekali.
"Baiklah. Terima kasih."
"Kalau anda butuh sesuatu panggil saja melalui telepon hotel." Rafael mengangguk paham. Kemudian sang manager pergi meninggalkannya. Ia akan mandi sebentar lalu mengistirahatkan diri setelah beberapa jam perjalanan udara, ia begitu lelah meskipun tadi di dalam pesawat ia terlelap namun tetap saja. Tidurnya tak nyaman.
🍁🍁🍁🍁🍁
Keesokan harinya Rafael telah siap dengan setelan jasnya. Bersiap untuk pertemuan dengan rekan bisnisnya di sini. Ia melihat Jam tangan mewah melingkar ditangan kirinya, sudah pukul 9, janji pertemuan pukul 10. Ia menyetop salah satu taksi lalu pergi ke perusahaan yang akan bekerja sama dengannya. Melihat suasana Newyork, keriuhan kendaraan, gedung-gedung pencakar langit, panas yang tak terlalu menyengat seperti di indonesia.
Tak terasa taksi yang ia kendarai berhenti didepan perusahaan besar dan mewah. Tampak dari ornamen kantornya dan tulisan perusahaannya yang besar didepan gedung tersebut. Alexander's Corp.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Segera ia melangkah menuju repsepsionis menanyakan tempat pertemuan. Sang resepsionis termenung melihat ketampanannya. Hingga ia harus menanggil sang resepsionis berulang kali. Resepsionis mengucapkan maaf lalu meminta tanda pengenalnya. Indonesia.
"Anda bisa naik lift yang ada disebelah sana." Menunjuk arah kanan tempat lift berada. "Ke lantai 10 lalu belok kiri. Disana anda akan diarahkan oleh petugas." Sambungnya. Setelah mengucapkan terima kasih. Rafael melakukan seperti intruksi sang resepsionis.