HAPPY READING GUYS 📖
🍁🍁🍁🍁🍁
Plak! Plak!
Tamparan lagi yang Diandra terima. Padahal tidak sepenuhnya ia yang salah.
"Itu akibatnya bila kamu menyakiti orang-orang yang saya sayangi. Itu belum seberapa. Camkan itu!" Peringat Papa.
Papa menarik mama dina menuju kamar mereka. Tanpa diketahui papa, Dina melambaikan tangan seraya mengucapkan 'bye' tanpa suara dengan ekspresi mengejek. Diandra hanya mengdengus.
Diandra menuju kamarnya seraya memegang pipinya. Sakit memang, tapi tak seberapa dengan rasa sakit dihatinya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Setibanya di sekolah. Dikoridor sekolah, Diandra merasa banyak pasang mata yang menatapnya seolah mencemooh, mengejek, dan menghinanya.
Diandra bingung apa yang salah dengannya. Diandra mengabsen penampilannya dari atas ke bawah. Tidak ada yang salah. Batin Diandra
Gak nyangka gue kelihatannya baik eh dalemnya mana ada yang tau.
Itukah orangnya?
Cantik sih, tapi kelakuannya hm
'Dont judge a book by its cover' memang benar adanya ya
Murahan banget!
Kecil-kecil udah jadi jalang!!!
Jalang!!
Beberapa bisikan negatif terdengar oleh Diandra. Diandra mempercepat langkahnya menuju kelasnya seraya menundukkan kepalanya. Ia tak tahan dengan semua kata-kata yang dilontarkan padanya.
Hari ini Rafael tidak bisa menjemput Diandra sebab ia harus mewakili sekolahnya mengikuti olimpiade matematika tingkat nasional. Bahkan sudah dua hari ini Rafael izin tidak ikut pembelajaran. Selama Olimpiade dilarang mengaktifkan ponsel. Ponsel dititipkan pada panitia Olimpiade.
Oleh karena itu, Rafael tidak mengetahui masalah yang menimpa gadisnya.
Disisi lain, terlihat seorang gadis mengamati Diandra yang melangkah dengan cepat seraya menundukkan kepalanya. Gadis itu tersenyum.
"Rasain. Itulah akibatnya tak mengindahkan perintah gue." Gumam gadis itu.
"Bell, lo ngapain disini sambil senyum gitu?" Tanya temannya yang baru tiba disamping Bella
"Hanya menikmati pemandangan yang sangat sayang untuk dilewati." Jawab Bella seraya meninggalkan temannya yang menatap bingung pada Bella.
"Pemandangan? Dikoridor?" Gumam temannya. Mengedikkan bahunya sembari berlalu.
🍁🍁🍁🍁🍁
"Di." Panggil Tasya setelah melihat Diandra duduk dibangku sampingnya.
"Hm."
"Bener berita itu." Tasya hanya ingin mengklarifikasi kebenaran berita foto yang tersebar di grup angkatan.
Diandra Mengerutkan dahinya. Menatap Tasya Bingung.
"Berita? Berita apa emangnya?" Tanya balik Diandra.
"Kamu gak tau?" Balik tanya Tasya
Diandra hanya menggelengkan kepalannya. Menandakan Diandra memang tidak mengetahui berita apa yang sedang panas di sekolah ini. Ia tidak begitu mengikuti perkembangan gosip yang sedang panas-panasnya disekolah. Toh tidak ada gunanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAFANDRA (COMPLETED)✅
Romance#AdelardoSeries1 Percayalah "Hidup penuh dengan teka-teki takdir. Tak terduga." - Diandra Altair Penasaran? langsung dibaca. mohon maaf apabila ada kesalahan ini merupakan cerita pertama saya. mohon dimaklumi bahasanya. mohon maaf apabila ada kesa...
