BAB 18

325 27 0
                                        

Hai hai hai guys,,, gimana nih kabarnya????

Udah lama gak up,,,

❎ Typo bertebaran‼

Cus!! Baca cerita berikut.............

Have fun.....

🍁🍁🍁🍁🍁

HAPPY READING GUYS📖

🍁🍁🍁🍁🍁

"Menderita? Sekarangpun lo udah bikin hidup gue menderita asal lo tau." Dimas terpancing emosinya. Medengar teriakan Dimas, Rafael mematung

"Maksud lo?" Tanya Rafael yang sesaat memikirkan apakah ia pernah bertemu dengan Dimas sebelumnya.

🍁🍁🍁🍁🍁

Flashback on

Nampak seorang gadis dengan seragam putih birunya dengan rambut terurai sebahunya sedang duduk di bangku kantin. Sesekali gadis itu melirik ke pria yang tak jauh darinya yang sedang tertawa bersama teman-temannya. Pria tampan yang sedang ditatapnya itu dapat membuat kaum hawa terpesona. Tak terkecuali gadis itu.

Gadis itu telah jatuh hati pada pria itu sejak awal pria itu masuk Sekolah Menengah Pertama. Saat ini gadis itu berada di kelas 3 SMP. Sedangkan pria itu kelas 2 SMP. Berarti sudah hampir 1 tahun ia memendam perasaan ini.

"Eh lo jangan ngelirik Rafa seperti itu ya." Tegur gadis lain yang melihat gadis itu melirik pria itu. Ya pria itu bernama Rafael Adelardo.

"Maksud lo apa, Na?" Tantang gadis itu

"Jangan pernah suka sama Rafa jika lo ingin tetep aman." Ancam gadis yang dipanggil Na. Lengkapnya Sena

"Bukan urusan lo."

"Awas aja ya Din."

Dinda. Nama gadis yang sesekali melirik Rafael itu.

Suatu hari, beberapa hari sebelum UN awal mula dendam Dimas muncul.

"Kak, lo yakin mau nembak Rafael?" Tanya Dimas memastikan

Dimas merupakan adik sepupu dari Dinda yang berjarak 2 tahun dibawahnya. Berada di kelas 1 SMP.

"Iya."

"Tapi kak---"

"Udah, lo diem aja. Ini urusan kakak?okayy."

Saat itu hari masih pagi, namun sudah ada beberapa siswa yang telah tiba.

Dinda menyiapkan semua kebutuhan yang dibutuhkan untuk menyatakan perasaannya didepan Rafael di lapangan sekolah.

Tepat pukul 7, Rafael and the gengs tiba. seperti biasanya.

"Tes tes tes. Hm" untuk menghilangkan kegugupannya Dinda berdeham dan berdiri ditengah lapangan.

"Dimohon. Pria yang bernama Rafael Adelardo segera menuju lapangan sekolah." Kata Dinda melalui pengeras suara.

Rafael and the gengs yang baru tiba di parkiran motor pun. Bingung kenapa nama Rafael dipanggil.

"Nama lo Raf." Kata temennya

"Iya, tuh Raf. Kenapa ya?" Tanya temannya yang lain.

"Kesana yuk." Sambungnya

Merekapun menuju lapangan sekolah. Nampak disana sudah ramai dipenuhi oleh siswa lain yang telah tiba disekolah. Ya jelas, 30 menit lagi bel berbunyi.

"Ada apa ini?" Tanya Rafael dingin dan keras agar terdengar oleh gadia yang membawa pengeras suara. Seraya membelah kerumunan.

Rafael menatap seorang gadis yang membawa bunga menuju kearahnya. Dan apalagi ini, yang membuatnya kaget. Ditengah lapangan terdapat orang-orang berdiri yang membawa sususan huruf, membentuk kata

RAFANDRA (COMPLETED)✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang