Finally yuhuuuu
Happy Reading guys........
🍁🍁🍁🍁🍁
Rafael merasa terganggu tidurnya akibat seseorang yang menepuk-nepuk wajahnya. Siapa lagi kalau bukan Baby Cio. Baby Cio terus membangunkan Daddynya karena Rafael masih menutup matanya. Sengaja menggoda Baby Cio.
Sembari menepuk-nepuk wajahnya. Baby Cio berteriak. "Aaaaaaa......." terus menepuk wajah Rafael dengan kedua tangannya. Melihat itu Diandra hanya bisa menggelengkan kepalanya. Tak habis pikir, Rafael yang terus menggoda Baby Cio dengan terua berpura-pura belum bangun. Akhirnya......
"Mamamama......" Baby Cio memanggil Diandra. Bala bantuan untuk membangunkan sang Daddy.
"Kenapa sayang? Hm?" Tanya Diandra menghampiri baby Cio setelah mencuci wajahnya.
"Dadadada...." tunjuk Baby Cio. Seolah memberi tahu Mommynya kalau Daddynya belum bangun dan susah untuk dibangunkan.
"Coba Baby Cio cium Daddy. Pasti Daddy bangun." Solusi Diandra memberitahu Baby Cio. Mendengar hal itu. Baby Cio langsung mengarahkan wajahnya ke pipi Rafael dan mengecupnya beberapa kali meski air liur Baby Cio menetes dipipi Rafael. Rafael tak mempermasalahkannya. Segera ia mencium balik Baby Cio. Melihat daddynya bangun baby Cio berteriak senang dan tepuk tangan sediri.
Diandra meninggalkan mereka untuk memasak sarapan pagi seperti biasa. Biarlah Rafael bermain dengan baby Cio sejenak. Suara tawa baby Cio masih terdengar saat ia memasak. Bahagia sekali ia memiliki anak dan suami seperti mereka. Mereka melengkapi hidupnya.
Tersentak dalam lamunannya. Diandra melanjutkan masakannya. Ia yakin Rafael sedang memandikan baby Cio.
Tak berselang lama. Rafael dan baby Cio menghampiri Diandra, Rafael dengan pakaian santainya. Hari ini Rafael tak ke kantor karena ini akhir pekan.
"Hallo mommy." Sapa Rafael dengan suara yang dimiripkan seperti Baby Cio yang menyapanya.
"Hai sayang." Mencium pipi baby Cio dan Rafael secara bergantian. "Sekarang kalian duduk terlebih dahulu. Aku akan menyiapkan sarapan kalian." Sambung Diandra. Menurut Rafael duduk di meja makan dan meletakkan baby Cio dimeja khususnya.
Diandra selesai menyiapkan sarapan dan menghidangkan kepada suami dan anaknya. Menyantap makanan seperti biasa yang sangat pas di lidah Rafael. Rafael sangat menyukai masakan sang istri. Jarang sekali ia makan di luar kalau bukan karena bersama client atau acara dinner bersama keluarga. Tak pernah ia memakan makanan diluar, selarut apapun ia pulang ia akan memakan masakan sang istri. Itulah sebabnya Diandra selalu mengomel. Hal itu akan membuat Rafael telat makan dan sebagai istri yang baik apabila Rafael pulang larut Diandra atau menyuruh bodyguard suaminya itu untuk mengantarkan makanan ke kantor.
Selesai. Setelahnya Diandra membersihkan meja makan. Sedangkan Rafael dan baby Cio keruang keluarga. Bermain disana.
"Sudah selesai?" Tanyanya melihat Diandra duduk di sofa sedangkan ia duduk di bawah menemani Baby Cio bermain. Diandra mengangguk.
"Jadi buat perayaan Ulang Tahun buat Baby Cio?" Sambung Rafael.
"Jadi."
"Biar, aku saja yang menyiapkan semua hari ini. Jadi baby Cio main sama Daddy ya?" Usul Diandra kemudian mengelus kepala Cio. Mendapat elusan dari sang Mommy Cio menoleh kearah Diandra dan tersenyum. "Yayayaya ......." jawab Baby Cio seolah paham dengan perkataan Diandra.
Diandra berlalu dan mengajak para maid untuj menyiapkannya sedangkan Rafael bermain bersama dengan Cio. Cio tidak rewel selama Diandra menyiapkan persiapan. Seakan paham mommynya sedang sibuk. Pintar sekali anak ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
RAFANDRA (COMPLETED)✅
Romance#AdelardoSeries1 Percayalah "Hidup penuh dengan teka-teki takdir. Tak terduga." - Diandra Altair Penasaran? langsung dibaca. mohon maaf apabila ada kesalahan ini merupakan cerita pertama saya. mohon dimaklumi bahasanya. mohon maaf apabila ada kesa...
