📌[ON GOING]
"Jangan suka melarangku, karena aku manusia, aku makhluk sosial, aku butuh orang lain."
~
Hai! Kamu? Iya kamu.
Kamu yang baca deskripsi ini, ayo baca cerita ku ini, semoga kamu suka ya!
Jangan lupa vomment! Makasiiii!
Wufyu!
❤
Rank 🎉...
"Emangnya lo gak belajar? Lo mau bolos juga?" Tanya Denira curiga.
Farel berjalan mendekat ke arah Denira dan Vanya. "Belajar, tapi gurunya tadi berhalangan hadir. Gue gak bolos ya, udah dikasih tugas, jadi gue ngerjain di UKS aja." Jawabnya.
"Modus." Gumam Ressa sambil membereskan map di atas mejanya.
Farel mendelik sinis ke arah Ressa. "Berisik, diem." Ucapnya kesal.
"Ya udah, gue duluan ke UKS ya?" Tanya Vanya pada Farel.
"Eh enggak dong, gue bareng lo ke UKS sekarang." Jawabnya tak terima.
Vanya menggelengkan kepalanya. "Lo ke kelas dulu aja, ambil buku."
"Enggak. Pokonya gue anterin lo sampai UKS dulu, udah aman gue baru balik ke kelas ambil buku terus balik lagi ke UKS." Jelas Farel.
Vanya mengangguk pelan. "Ya udah deh, ayo."
"Ayo!"
"Awas Van! Hati-hati lo! Ada buaya rawa!" Teriak Ressa saat Vanya sudah berjalan keluar, tetapi Farel masih berada di dalam ruangan.
"Terserah deh!" Ucap Farel sambil berlalu.
Ressa melototkan matanya sambil berlari kecil melihat Farel dan Vanya yang sudah berjalan.
"Oh, jadi buaya rawa nih? Ngaku nih? Hahaha!" Teriak Ressa yabg terdengar atau tidak oleh Farel.
"Berisik Re!" Teriak Denira dari dalam.
🍃🍃🍃
Setelah mengantarkan Vanya ke UKS dan merasa aman, Farel kembali ke kelas untuk mengambil buku tugasnya.
"Mau kemana lo?" Tanya Andra teman sebangkunya.
"Ada urusan bentar, tapi tugas gue kerjain kok, bye!" Jawabnya sambil berlalu keluar kelas.
Melewati koridor kelas yang cukup panjang untuk sampai kembali ke UKS. Matanya menyipit ketika seorang siswa berjalan berlawanan dengannya.
Farel langsung menahan lengannya ketika mereka berpapasan. "Bentar," ucap Farel dingin.
"Eh Farel, gimana udah beres urusannya?" Tanyanya sedikit canggung.
"Maksud lo apa bisikin gue tadi? Lo sangka gue mau rebut Vanya dari Arga gitu?" Tanya Farel to the point.
Farel mendekatkan wajahnya sambil mengeraskan rahangnya. "Kenapa sikap lo kesannya benci sama gue? Gue punya salah apa sama lo?" Tanyanya tegas.
"Tenang bro, santai. Gue emang gak kenal lo siapa, dan gue gak pernah punya masalah sama lo. Gue cuma mau ingetin lo tentang---
"Apa?"
Devin tersenyum tipis. "Gak ada cowok yang bisa deketin Vanya, sekalinya ada dan nekat, ya tamat riwayatnya."
"Kata siapa lo?" Tanya Farel tak percaya.
"Gue. Gue salah satunya nya. Gue gak nekat, jadi gue masih ada sampai sekarang, ya meskipun hidup gue gak tenang." Jawabnya.
Devin menepuk-menepuh pundak Farel pelan. "Jangan sampai lo kayak gue," ucapnya lalu berlalu meninggalkan Farel yang masih diam memikirkan kata-kata Devin.
🍃🍃🍃
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.