3.3

263 17 0
                                        

"Kalau lo manager disini, mendingan lo panggil bos lu. Gue harus ketemu sama dia." Tegas Arga.

"Mau apa ketemu sama gue?" Ucap Farel yang tiba-tiba datang, diikuti Vanya dibelakangnya.

Arga tertawa sinis. "Oh, sorry bro. Gue gak mau dan gue gak akan pernah mau ketemu sama lo." Ucap Arga.

"Heh manager! Lo dengar gue gak? Gue mau ketemu sama atasan lu, cepat panggilin!" Ucap Arga perintah Gilang.

Gilang menganggukan kepalanya sambil menatap Arga tajam. Lalu merangkul Farel. "Lu cari bos kan? Yang punya ni cafe? Nih, Farel. Best friend gue."

Arga terkekeh. "Lawakan lu gak lucu sumpah."

"Siapa yang ngelawak? Gilang benar, gue yang punya cafe ini. Mau apa ya lo ketemu sama gue?" Ucap Farel yang terlihat dingin tapi tegas.

Arga mengangguk-anggukan kepalanya sambil memberi tepuk tangan singkat. "Hebat juga ya lo, bisa punya cafe ini. And by the way, gue ketemu sama lo cuma mau bilang, waiters lo kerjanya gak bener. Gue pesan less sugar, tapi kenapa yang datang manis banget?"

Farel tersenyum ramah. "Okay baik, kalau gitu ijinkan saya memutar audio yang satu ini. Lang tolong ya?" Gilang mengangkat dua jempolnya lalu berlari entah kemana.

"Eh audio apaan?" Tanya Arga bingung.

"Oh tenang bro. Cuma muter audio pesanan lo tadi. Biar gue tau, siapa yang salah." Jawab Farel tenang.

"Maksudnya?" Tanya Arga yang masih bingung.

Farel tersenyum menahan tawanya. "Gue kalau buka usaha gak pernah asal-asalan ya. Termasuk cafe ini, udah gue pasang microphone dibawah semua meja. Microphone ini langsung connect ke dapur, jadi gak akan mungkin salah." Jelas Farel.

"Mas! Minumnya mau mochacino latte nya 1 ya, sama lo mau apa?"

"Juice avocado."

"Sudah? Ditunggu ya pesanannya, permisi!"

Begitulah kira-kira percakapan antara Arga dengan waiters.

"See? Siapa yang salah?" Ucap Farel sambil terkekeh.

"Kalau mau gratis, bilang aja, gue temennya Farel, sambil nunjukin foto bareng." Ucap Gilang yang tiba-tiba datang.

Arga mendekat ke arah Farel. "Gue bisa bayar, gue gak perlu nyari yang gratis an. Nih, buat lo semua." Ucapnya sambil memberi beberapa lembar uang berwarna merah itu dari dalam dompetmya.

Farel menerima dan tersenyum. "Okay bro, thanks ya! Nanti, kalau lo kesini lagi, gratis deh. Janji."

Arga menunjuk Farel dengan telunjuk tangan kanannya. "Harusnya, gue yang marah sama lo. Karena lo, udah berani deketin Vanya. Dia cewek gue."

"Harusnya, Vanya juga marah sama lo, karena lo udah jalan sama cewek lain." Sanggah Farel.

Dengan keras Arga menarik tangan Vanya. "Vanya! Ayo pulang. Sekarang!"

"Gak mau Ar! Gue mau pulang sama Farel, bukan sama lo. Lo anterin dia balik aja sana." Jawab Vanya menolak sambil melirik Andin.

"Ayo. Pulang." Ucap Arga yang kini mengarah pada paksaan dan penekanan.

Farel menepuk bahu Arga. "Heh! Lo kalau masih marah sama gue, selesain sama gue. Bukan sama Vanya. Dia cewek, gak pantas lo kasarin!"

"Diem lo! Ini cewek gue, jadi terserah gue!" Jawab Arga dengan sedikit membentak. "Ayo!" Lanjutnya sambil menarik Vanya menuju parkiran dan memaksanya untuk masuk ke dalam mobil miliknya.

Gilang menepuk bahu Farel. "Eh Rel, gue takut ada apa-apa sama Vanya." Ucapnya khawatir.

"Gue akan ikutin dari belakang. Minjem motor." Ucap Farel dan Gilang langsung mengeluarkan kunci motor dari dalam saku celananya.

"Heh lo! Mau pulang gak? Ayo gue anterin, sekalian." Ucap Farel pada Andin sebelum ia keluar dari cafe.

"Dan oh iya, buat customer yang sekarang ada disini, kalian gak usah bayar alias gratis." Ucapnya lagi.

Gilang melototkan matanya. "Eh kok?"

"Arga bayarnya lebih banget kan?" Tanya balik Farel dan Gilang hanya mengangguk sebagai jawaban.

🍃🍃🍃

Monmaap guys, ku baru keluar dari goa👍
Aku double up guys hari ini! Yeay!

Klo rame, bsk up lagi))

PosesifTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang