Kisah seorang dokter muda terkenal, Liam Brucwailer dan seorang detektif kepolisian yang handal Roseanne Park.
⚠️disclaimer⚠️
beberapa part ada gambar yang mungkin sensitif bagi beberapa readers.
" Seorang siswi SMA Hanlim di temukan tewas di persawahan dekat rumahnya, polisi tengah mengusut kasus ini. Pihak keluarga, mendesak kepolisian agar bergegas menemukan pelakunya."
" Kau dengar berita itu?? bodoh sekali mereka!"
Suara bariton milik seorang lelaki paruh baya menggema di sebuah gudang kosong.
Lelaki itu menyunggingkan senyumnya, menatap kearah seorang lelaki SMA yang duduk terikat di hadapannya.
" A ahjussi!! ahjussi!! lepaskan aku!! jangan bunuh aku!!" Lelaki itu berucap ketakutan.
Darah segar mengalir dari pelipisnya, luka luka terbentuk indah wajah tampan lelaki itu.
" Itu yang ku ucapkan kepadamu, benar kan??" Seorang lelaki, menggunakan seragam yang sama datang dengan wajah dinginnya.
" T tolong, t tolong jangan bunuh aku!!"
Lelaki itu tersenyum tipis, lantas berjalan mendekat kearah temannya itu.
" Kejahatan harus di balas dengan kejahatan."
*Crakkk
*Crakkk
*Crakkk
Lelaki itu menusuk perut temannya berkali kali, hingga darah segar terciprat di lantai dan juga wajahnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Bagus nak!!" Lekaki itu menatap kearah ayahnya. Tatapan dingin dia tunjukkan.
" Kau belajar sangat cepat dari appa." Ujar pria itu, namun anak lelaki nya mengabaikannya dan berjalan mendahuluinya.
" YAAAKK!! ANAK SIAL-"
Ucapan ayahnya terhenti saat sebuah pisau menancap tepat di leher pria itu.
Lelaki tadi mendekat, tersenyum miring kearah appanya yang sekarat.
Dicabutnya pisau tadi hingga membuat darah mengucur deras.
" Kau tau appa, aku lelah dengan semua kebusukanmu!"
" Eomma menderita karena mu!"
Lelaki itu beranjak, menatap tubuh appanya, tangannya bergerak menancapkan pisau ke perut apanya, lantas dia tarik hingga perut appanya terbelah, darah segar mengalir deras, dia usap pelan darah yang mengalir di lantai, dengan senyuman yang terukir di wajahnya.