Chap 9

555 77 4
                                        









~~~~■■■~~~~








Rosie terbangun dari tidurnya namun dia tidak mendapati suaminya yang seharusnya tidur di sebelahnya.

Dia beranjak dari tidurnya, lalu melangkahkan kakinya ke kamar Belle, jantungnya berdetak kencang saat tidak mendapati Belle dikamarnya.

" Belle?!! sayang?!! Belle!!??" Rosie berteriak, kedua matanya mulai berkaca kaca.

" Sayang?? hei kenapa??" Liam berucap sambil menangkup kedua pipi istrinya itu.

" Hiks hiks hiks! Belle Belle hilang!" Rosie berucap dengan tangisnya sambil memeluk Liam erat.

Sedangkan Liam, dia tersenyum sambil mengelus pelan kepala Rosie.

" Tenang, sini ikut aku." Liam berucap menarik tangan Rosie menuju ke dapur.

Di dapur ada Belle yang tengah sibuk membuat sesuatu, seketika tangis Rosie pecah, dia berlali lantas memeluk Belle erat.

" Mom?? kenapa menangis??" Tanya Belle bingung.

" Tidak apa." Balas Rosie, sambil mencium pipi Belle.

Belle menatap tajam papanya, seakan bertanya kenapa mommy nya menangis.

" Papa?! papa apakan mommy??" Tanya Belle.

Liam menggeleng layaknya anak kecil yang ketakutan dimarahi ibunya.

" Tidak ada, papa tidak apa apakan mommy."

" Awas sampai papa membuat mommy ku menangis!" Rosie tertawa mendengar ucapan anaknya itu.

" Peluk mommy??" Belle tersenyum lalu memeluk Rosie erat.

" Papa?? kalian berdua tidak ingin memelukku??" Tanya Liam.

Belle dan Rosie saling pandang, lalu dengan kompak menggeleng.

" No!"

" Yasudah, papa yang peluk kalian." Liam berucap lalu memeluk dua perempuan kesayangannya itu.

*Ting tong

Bel rumah mereka berbunyi, Liam menatap Rosie bingung, siapa yang bertamu sepagi ini, itu pikirnya.

Liam pun beranjak menuju kearah pintu.

" Iya cari-" Liam berhenti berbicara saat melihat kakaknya berdiri dengan sebuah boneka di tangannya.

" Adikku!! apa kabar??" Liam terdiam saat mendapat pelukan dari kakaknya.

" Hyung?? ada apa??" Tanya Liam.

Mark tersenyum, lalu menepuk bahu adiknya itu.

" Apa aku tidak boleh menemui keponakanku?? Belle, dimana dia??" Tanya Mark, Liam buru buru menutup pintu rumahnya.

" Dia sedang tidur di dalam." Balas Liam.

" Kau tak menyuruhku masuk??" Liam menghela nafasnya.

Love in DarknessTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang