~~~~■■■~~~~
" Bagaimana dok?? apa anak saya baik baik saja??"
" Anak ibu baik baik saja, pecahan kaca yang menusuk perut anak anda sudah saya ambil."
" Terimakasih dokter Liam, terimakasih."
Liam tersenyum lantas dia membungkuk dan pergi dari hadapan keluarga pasien yang dia tangani.
Operasi yang memakan waktu 3 jam cukup membuatnya lelah, dan kini dia hendak beristirahat di ruangannya, namun langkahnya terhenti saat dia melihat beberapa polisi berdiri di depan ruang autopsi.
Liam tersenyum saat tau siapa orang itu.
" Sayang."
" Li!!"
Rosie, wanita itu berjalan lantas memeluk Liam erat.
" Menunggu hadil autopsi dari Irene??" Rosie mengangguk.
"Tau dari mana??" Tanya Rosie.
" Irene memberitau ku, katanya ada pembunuhan??"
" Benar, hah, sepertinya aku pulang larut, kau tidur dulu saja dengan belle ya." Liam tersenyum lantas dia cium pucuk kepala istrinya itu.
" Jangan terlalu lelah, aku takut kau jatuh sakit nanti."
" Mmm, tidak apa, suamiku kan dokter." Liam terkekeh lantas dia cubit gemas pipi Rosie.
" Aku akan menjemput belle setelah ini, kamu jangan lupa makan siang." Rosie tersenyum dan mengangguk.
Dia sangat suka mendapat perhatian dari Liam, kadang dia juga bertengkar dengan Arabelle, karena anaknya itu memiliki sifat sepertinya.
Keras kepala dan tidak mau kalah.
" Ehmmm, bisakah kalian bermesraan di tempat lain?? kau tau rumah sakit bukan untuk tempat kencan." Rosie tertawa mendengar ucapan Irene yang baru saja keluar dari ruangan.
Sedang Liam, lelaki itu mendengus kesal.
" Ya ya ya, menikahlah tua, agar sifat iri mu itu pergi."
" YAAKK!! kau!! belum pernah ku suntik pantat mu itu!!" Irene berucap kesal, Rosie tersenyum malu lantas mencubit pinggang Liam.
" Pulang! cepat jemput belle!!" Liam terdiam sambil menatap wajah datar Rosie.
" E eh, t tentu tentu, a aku pergi."
Dari pada kau habis di tangan istrimu, lebih baik mengalah dan pergi.
" Bagaimana hasilnya??"
Irene menatap Rosie lantas menghela nafasnya.
"Hasilnya keluar besok, tapi untuk DNA nya, aku sudah lakukan tes dan ini hasilnya." Ujar Irene memberi selembar kertas hasil DNA korban.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love in Darkness
FanfictionKisah seorang dokter muda terkenal, Liam Brucwailer dan seorang detektif kepolisian yang handal Roseanne Park. ⚠️disclaimer⚠️ beberapa part ada gambar yang mungkin sensitif bagi beberapa readers.
