Hi, siapa yang nunggu ABRAXAS up?
Sebelum baca ayo absen pakai nama buah->
Instagram -> nrlsaxy
Tik tok -> nrlsaxy_
Channel tele -> t.me/nrlsaxy
20 : sisi kejam-lembut Abraxas
"LO! BRENGSEK!!!" Abraxas berjalan kemeja yang terdapat banyak gelas berisi minuman beralkohol. Melempar gelas itu pada wajah salah satu anggotanya.
"AKHHHHH PERIHHHHH, MATA GUEEEEEE!!!!" teriak cowok itu kesakitan karena merasa ada beberapa serpihan kaca masuk matanya.
"Woi, Abra Lo kenapa?"
"Abra Lo kenapa, woi!"
Abraxas mengepalkan tangannya. Melirik tajam pada anggotanya yang terus berteriak heboh. Ditatap tajam oleh Abraxas membuat semuanya terdiam.
"Sini lo, anjing!" Abraxas menarik anggotanya yang tadi menyentuh Alula. Ketengah tengah club.
Sedikit menjauh dari Alula yang tertidur anteng di sofa dengan penutup mata.
Sebelum keduanya sampai diclub. Abraxas dan Alula membuat kesepakatan.
Alula meminta masuk terlebih dahulu ingin melihat lihat katanya. Awalnya Abraxas menolak tegas keinginan Alula.
Tapi Alula dengan mudahnya mengancam Abraxas dengan mengatakan akan pergi jauh jika Abraxas tak mau menurut padanya.
Diancam seperti itu membuat Abraxas tak bisa berbuat apa apa. Katakan Abraxas bodoh. Dirinya sendiri mengakui hal itu.
Abraxas memberikan Alula izin masuk terlebih dahulu asal membawa penutup mata serta earphone jika Abraxas masuk Alula harus sudah memakai penutup mata dan earphone itu.
Abraxas hanya tak mau Alulanya melihat kelakuannya nanti. Sudah cukup selama ini Alulanya ia sakiti secara mental maupun fisik.
"Mata gue perih ab! kayaknya kemasukan kaca kecil dari gelas yang Lo lempar!" ucap cowok berambut pink itu sambil terus mengipas ngipasi bagian matanya yang perih.
"Bacot Lo!" Abraxas memberi bogeman mentah pada cowok yang ia ketahui bernama Rifki. Sampai Rifki tersungkur kelantai.
"Ab! Woi!! Anak orang itu!!!"
"LO, DIAM! TUNGGU GILIRAN LO SEMUA!" Abraxas tersenyum smirk.
Membuat anggota Pazinco semakin diam dan kali ini mereka semua tak ada yang berani berbicara lagi.
Abraxas berjalan, mengambil gelas kaca kosong. Tersenyum puas melihat Rifki kesakitan. Abraxas tanpa belas kasihan sama sekali menginjak dada Rifki.
Rifki memberontak karena tak bisa bernafas. "Ab-bb woo-i gg-ue ggak bi-sa na-fa AKHHH" belum selesai Rifki berbicara Abraxas sudah lebih dulu melempar gelas kosong itu tepat di samping tubuh berbaring Rifki.
Pecahan pecahan kaca banyak yang berada di dekat leher Rifki. "LO BERGERAK KENA! LO GAK BERGERAK? BIAR GUE BANTUIN!"
Abraxas tersenyum smirk melihat tubuh kaku Rifki. "Biar gue tolongin."
Abraxas mengambil salah satu serpihan kaca yang kecil tapi tajam. "Ki? Lo mau dapat hadiah di bagian mana?" tanya Abraxas sambil meneliti bagian tubuh Rifki.
Rifki meneguk ludahnya susah payah melihat Abraxas yang berada atasnya.
"Gak seru, kalau Lo tiduran gini." Abraxas menarik rambut Rifki yang memang lumayan panjang.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABRAXAS
Genç Kurgu⚠️ FOLLOW SEBELUM BACA⚠️ "Kak Abra bakal ninggalin Ula?" tanya Alula sedih. Abraxas menggeleng dengan cepat. "Gak bakal." "Gue sayang Lula! Sampai kapan pun! Lula sayang juga sama Abra! Harus!" tuntut Abraxas, manja pada Alula. ...
