51

742 66 21
                                        

Beberapa tahun kemudian

Waktu berlalu begitu cepat,tak terasa pernikahan Chika dan Vito sudah menginjak usia 10 tahun. Banyak hal yg mereka lalui bersama selama 10 tahun terakhir ini,susah senang berhasil mereka lalui bersama. Vito juga berhasil menjadi suami yg baik untuk Chika. 10 tahun bukanlah waktu yg singkat,namun mereka berhasil melaluinya.

Chika merasa sangat bahagia karena Vito benar benar menjadi suami yg baik untuk dirinya dan Ayah yg baik untuk anak anaknya. Namun jauh di dalam lubuk hatinya yg paling dalam Chika merasa sedih karena ia blm juga memberikan keturunan untuk Vito. Chika terkadang merasa bersalah pada Vito karena ia blm juga hamil anak Vito padahal pernikahan mereka sudah menginjak usia 10 tahun.

"Udahlah sayang kamu nggak usah merasa bersalah gitu,mungkin Tuhan blm kasih kita kepercayaan untuk punya momongan. Udah nggak usah sedih,kita kan punya Farel sama Zafran,aku sayang banget sama mereka. Aku udah anggep mereka seperti anak kandung aku sendiri" itulah kata kata yg sering Vito ucapkan ketika Chika menyalahkan dirinya sendiri karena blm bisa memberikan keturunan untuk Vito.

Mengenai Zafran dan Farel,mereka tumbuh menjadi pria yg sangat tampan. Wajah mereka berdua benar benar mirip dengan Zahran bahkan sifat Farel pun sedikit sama dengan Zahran. Bedanya, Zahran banyak omong sedangkan Farel termasuk tipe orang yg irit bicara ketika dihadapan orang banyak. Beda orang beda pula sifatnya. Jika Farel anak baik maka sang adik,Zafran, kebalikannya. Zafran tumbuh menjadi anak yg nakal,disekolah ia sering sekali membuat ulah hingga membuat kedua orangtuanya sering dipanggil oleh kepala sekolah. Chika terkadang merasa lelah dengan sifat Zafran yg berbeda 180° dengan Farel. Namun Zafran tetaplah anaknya,anak yg harus ia bimbing.

Zafran skrng duduk di bangku kelas 5 SD,sedangkan Farel skrng kelas 9,dan sebentar lagi ia akan berstatus sebagai siswa SMA. Usia Farel baru menginjak angka 14 namun karena kepintarannya,di usia 14 tahun,Farel sudah duduk di bangku kelas 9. Kedua orang tua Farel sama sama pintar jadi wajar jika kepintaran itu menurun pada Farel.

"Assalamualaikum Abang pulang" Farel baru saja pulang dari sekolah

"Walaikumasalam,Abang pulang sama Papah?" Chika menyambut kedatangan anak sulungnya.

"Nggak Mah, Abang pulang sama temen"

"Yaudah Ababg bersih bersih dulu sana habis itu makan. Mamah udah siapin makanannya"

"Oke Mah"

Farel pun berjalan menuju kamarnya. Tak lama setelah Farel masuk kamar,Zafran pulang. Berbeda dengan Farel,Zafran masuk ke dalam rumah tidak mengucapkan salam terlebih dahulu. Ia asal masuk kemudian melemparkan tas nya ke sembarang tempat. Kemudian ia merebahkan diri di sofa ruang tv. Chika yg melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya.

"Astaga adek, Mamah kan udah bilang berkali kali tas nya disimpen di tempatnya jangan asal lempar"

"Zafran capek Mah"

"Nyimpen tas kan cuman sebentar nggak lama. Trs kenapa jam segini baru pulang? Harusnya adek pulang nya lebih dulu dari Abang tp kenapa skrng malah Abang yg pulang duluan?"

"Ya biasa Mah main dulu sama temen temen"

"Deek kapan sih kamu mau dengerin Mamah? Mamah kan selalu bilang kalo mau main itu pulang dulu ganti baju dulu dan yg terpenting izin dulu sama Mamah atau Papah atau Abang biar kita nggak nyariin"

"Iya Mah maaf"

"Skrng bilang maaf trs besok ya diulang lg. Tau ah dek Mamah capek,skrng terserah adek aja mau nurut sama Mamah atau nggak" kata Chika Kemudian pergi meninggalkan Zafran yg sedang termenung memikirkan ucapan Chika.

Hari ini Vito pulang lebih awal,biasanya ia akan pulang pukul 7 malam namun kali ini berbeda. Pukul 1 siang Vito sudah berada dirumah.

Saat masuk ke dalam rumah ia melihat anak bungsunya sedang tiduran sambil menonton televisi dengan sepatu dan seragam sekolahnya yg blm diganti.

You're My HappinessCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang